Find Us On Social Media :
Ilustrasi sedih (IMDb)

Tak Harus Selalu Berpikir Positif Agar Terhindar Dari Toxic Positivity

Sienty Ayu Monica - Sabtu, 31 Oktober 2020 | 09:25 WIB

 

Sonora.ID – Situasi pandemi Covid-19 belakangan ini sering membuat orang-orang gampang diterpa emosi yang negatif. Misalnya stres, cemas, khawatir, merasa terpuruk, dan semacamnya.

Untuk mengatasi perasaan tidak nyaman, biasanya seseorang akan berusaha untuk tetap berpikir positif dan menyemangati diri sendiri.

Sebagian orang akan menyangkal bahwa dirinya memiliki perasaan negatif dan beranggapan bahwa mencoba berpikir positf bisa membuat dirinya merasa lebih baik.

Baca Juga: Penting Bisa Deskripsikan Diri Sendiri, Deddy: Akan Lebih Mudah Sukses!

Padahal, mengakui emosi negatif sesungguhnya tidak ada salahnya, asalkan kita tidak menyerah dan tersulut ke dalamnya.

Selalu merasa positif malah bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan mental. Hal ini dikenal dengan istilah toxic positivity.

Melansir dari Kompas.com, Psikolog klinis dewasa Alfath Hanifah Megawati mengatakan, toxic dalam positivitas terjadi saat perasaan tidak nyaman tidak diakui.

Baca Juga: Bungkam Mereka yang Meremehkan, Deddy Corbuzier: Harus Punya Self Value!

Hal ini seolah tidak memberi ruang untuk perasaan lemah, sakit, atau menemui kegagalan. Sebaliknya, pikiran yang tertanam adalah harus selalu positif, benar, dan menang.

Situasi tersebut bisa membuat seseorang memendam dan menahan perasaan tidak nyaman di alam bawah sadarnya.