Find Us On Social Media :
Illustrasi Tenaga Medis ((SHUTTERSTOCK/ELDAR NURKOVIC))

Indonesia Duduki Peringkat Tiga Besar Dengan Kasus Kematian Tenaga Medis Tertinggi

Alifia Astika - Kamis, 28 Januari 2021 | 18:43 WIB

Sonora.ID - Negara Indonesia tercatat memiliki kasus kematian tenaga medis tertinggi di seluruh Asia. Bahkan dalam hal ini Negara Kesatuan Republik Indonesia  mendapatkan peringkat tiga besar.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengungkap, hal tersebut diklasifikasikan berdasarkan data perbandingan statistik testing dan populasi, kematian tenaga medis dan kesehatan di Indonesia.

"Sepanjang bulan Desember 2020 mencatat 53 kasus kematian dokter," kata Ketua Umum Tim Mitigasi Pengurus Besar IDI (PB IDI) Adib Khumaidi seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (27/1/2021).

Selama 11 bulan Indonesia dilanda pandemi, telah tercatat 647 petugas tenaga medis dan kesehatan yang gugur akibat terinfeksi covid-19.

Baca Juga: Ilmuan Kemukakan Bahaya Virus Nipah, Beresiko Jadi Ancaman Pandemi Berikutnya di Asia

Adapun dari jumlah tersebut, terdiri atas 289 dokter (16 guru besar) dan 27 dokter gigi (3 guru besar), 221 perawat, 84 bidan, 11 apoteker, dan 15 tenaga lab medik.

Sementara untuk data dokter yang meninggal terdiri atas 161 dokter umum (4 guru besar), dan 123 dokter spesialis (12 guru besar), serta 5 residen, yang keseluruhannya berasal dari 26 IDI Wilayah (provinsi) dan 116 IDI Cabang (Kota/Kabupaten).

Data tersebut merupakan rangkuman yang dilakukan oleh Tim Mitigasi IDI dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI), dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Baca Juga: Dikritik IDI, Rudy: Pelonggaran Jam Malam di Makassar sudah Tepat

Adib Khumaidi juga turut menyoroti soal vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah. Baginya jika vaksinasi yang dilakukan saat ini hanyalah sebuah upaya pencegahan atau preventif.