Find Us On Social Media :
benteng pandem ambara (jatengprov.go.id)

Wisata Sejarah dan Estetika Benteng Pendem di Ambarawa

Chika Lolang - Rabu, 3 Februari 2021 | 16:50 WIB

Semarang, Sonora.ID - Benteng Pendem Ambarawa merupakan salah satu saksi bisu dalam sejarah kolonialisme Belanda. Seperti kita ketahui, Ambarawa merupakan salah satu wilayah yang erat kaitannya dengan sejarah.

Semakin erat lagi karena kita ketahui salah satu moment bersejarah terjadi di sini yaitu Palagan Ambarawa.

Salah satu bentuk peninggalan dari peristiwa bersejarah tersebut yaitu Fort Willem I atau lebih dikenal dengan Benteng Pendem Ambarawa. Pendem yang berarti terpendam, karena letaknya yang berada di tengah sawah.

Baca Juga: Stasion Citarum Semarang Disewakan untuk Publik dengan Harga Rp 3 Juta, Berminat?

Menurut sejarahnya, pada awal dibuatnya benteng ini digunakan sebagai barak, gudang logistik dan juga penjara pada tahun 1834.

Kemudian setelah Jepang menduduki Jawa, bangunan ini dijadikan sebagai tahanan. Ketika terjadi peristiwa Palagan Ambarawaa, benteng ini sempat direbut oleh TKR (Tentara Keamanan Rakyat).

Nama benteng ini diambil dari nama Raja Belanda Willem Frederik Prins Vans Oranje-Nassau. Benteng ini dikerjakan oleh ribuan pekerja yang pada awalnya dengan tujuan sebagai gudang logistik perang, kendaraan berat, serta menampung serdadu.

Baca Juga: Rekomendasi Destinasi Wisata Outbond Seru di Sekitar Semarang

Jika ingin berkunjung ke tempat ini kamu cukup membayar Rp 5.000, letaknya berada di tengah persawahan Desa Lodoyong RT 07 RW 03.