Find Us On Social Media :
Kepala BI Jabar, Herawanto (berpeci) di High Level Meeting bersama Bupati Sumedang dan Jajaran Bank BJB, Rabu (22/9/2021). (Sonora Bandung/Indra Gunawan)

Dukungan Bank Indonesia (BI) Jabar untuk Sumedang Smart City

Indra Gunawan - Kamis, 23 September 2021 | 11:25 WIB

 

 

Sumedang, Sonora.ID - Berlangsung di Pendopo Kabupaten Sumedang, Rabu (22/9), Bank Indonesia Jawa Barat bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang melakukan High Level Meeting (HLM) sebagai salah satu upaya pemulihan ekonomi melalui percepatan digitalisasi untuk peningkatan daya saing dan pemberdayaan ekonomi, termasuk pengendalian inflasi bagi kesejahteraan masyarakat.

Agenda ini membahas berbagai isu strategis untuk mengoptimalkan momentum pemulihan ekonomi Kab. Sumedang, khususnya melalui percepatan digitalisasi secara holistik. Acara ini dihadiri oleh Kepala Perwakilan BI Jawa Barat Herawanto, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, serta jajaran Pimpinan Bank BJB.

Kab. Sumedang merupakan salah satu wilayah di Jawa Barat dan berbatasan langsung dengan Kita Bandung.

Baca Juga: Bank Indonesia Jabar Sosialisasikan Penggunaan QRIS Pada Akses Moda Transportasi di Sumedang

"Secara rata-rata, perekonomian Kab. Sumedang memberikan kontribusi terhadap PDRB jawa Barat sebesar 1,7 persen. Kontribusi ini berpotensi terus meningkat didorong oleh sektor ekonomi utama pendorong pertumbuhan Kab. Sumedang yaitu sektor pariwisata, pertanian dan industri," ucap Herawanto.

Pada 2020, kata Herawanto, sebagaimana perekonomian Jawa Barat yang secara keseluruhan mengalami tekanan akibat pandemi, pertumbuhan ekonomi Kab. Sumedang mengalami kontraksi sebesar -1,12% (yoy), jauh di bawah tahun sebelumnya yang mencapai 6,33% (yoy).

Namun saat ini, didukung oleh kebijakan dynamic balancing dan kondisi kekebalan tubuh masyarakat yang mulai meningkat sejalan dengan percepatan vaksinasi, beberapa indikator pertumbuhan ekonomi Jawa Barat, termasuk Kab. Sumedang mengindikasikan peningkatan.

Untuk mengoptimalkan momentum ini, Herawanto, kembali menyampaikan 5 Kunci Utama Pemulihan Ekonomi yang senantiasas dilakukan bersama melalui sinergi pentahelix dengan pemerintah daerah, lembaga (otoritas), masyarakat, pelaku usaha, media massa dan akademisi, yaitu membangun positive mindset dan semangat sinergi, menjaga keberimbangan pasar, mendorong kinerja sisi supply khususnya pada sektor ekonomi utama, seperti menghidupkan pariwisata secara terukur, menjaga kelancaran investasi, dan membangkitkan UMKM. Yang berikutnya adalah mendorong daya beli masyarakat, serta percepatan digitalisasi ekonomi.