Find Us On Social Media :
Illustrasi Penampakan Warna Aura Tubuh Manusia ()

Disukai Khodam Leluhur, 3 Weton Ini Memiliki Energi Suci dan Aura Tak Biasa

Alifia Astika - Senin, 15 November 2021 | 01:46 WIB

Sonora.ID - Setiap manusia itu memiliki keunikan dan juga karakteristiknya sendiri. Selain itu mereka juga diliputi oleh aura yang berbeda-beda.

Aura ini mewakili kharakter dan juga kepribadiannya secara dekat. Dalam kebudayaan jawa ada beberapa orang yang memiliki aura khusus.

Aura ini kemudian mencirikan tindakan, sifat dasar dari manusia itu sendiri. Tiap aura akan memancarakn energi yang berbeda-beda.

Menurut ilmu titen Jawa ada beberapa orang yang lahir pada weton tertentu akan memiliki energi suci yang dipancarakn dari auranya.

Hal ini membuatnya memiliki kodam pendamping yang cenderung berasal dari para leluhur.

Sebab, biasanya para leluhur hanya akan mengikuti manusia yang memancarkan energi suci dan aura yang memiliki ketulusan pemikiran.

Siapa sajakah mereka? Berikut ulasan selengkapnya mengenai khodam yang mengikuti manusia berdasarkan energi suci dan auranya:

Baca Juga: Tertampar Kehidupan! 3 Weton Ini Dikenal Sombong dan Sekarang Mendapat Imbasnya

1. Weton Selasa Wage

Weton Selasa Wage dengan neptu 7 ini memiliki energi yang cukup special. Dimana energi ini selalu menarik perhatian Khodam Leluhur.

Energi yang terpancarkan dari Selasa wage cenderung positif. Lantaran dinaungi oleh Watak Pandito Wanglelaku, Materi Sinaroja dan Lakuning Bumi.

Karakter inilah yang membuat banyak khodam leluhur merasa tertarik hingga mau memberikan energinya. Hal ini juga yang menjadikan weton ini menjadi sosok yang penuh akan keistimewaan.

Dalam sisi sosial mereka digambarkan sebagai watak orang yang penyabar, baik budi pekerti, gemar melindungi sesame dan mau mengalah dan merupakan orang dengan tipe penurut.

Biasanya khodam yang menyelimutinnya cenderung memberikan pengaruh positif pada kehidupannya.

Baca Juga: Ini Dia Sosok Weton yang Paling Cerdik dan Banyak Ide dan Low Profile, Sayangnya Sering Diremehkan