Find Us On Social Media :
Booster Siap Suntik 2022, Saham Ini Siap Raup “Cuan” ()

Booster Siap Suntik 2022, Saham Ini Siap Raup “Cuan”

Cindy Paskalina Kweesar - Kamis, 9 Desember 2021 | 16:13 WIB

Sonora ID - Pfizer Inc. dan BioNTech mengatakan, studi laboratorium awal menunjukkan dosis ketiga vaksin mereka mungkin diperlukan untuk menetralkan varian Omicron. 

Sementara di Indonesia, rencananya booster akan disuntikkan mulai Januari 2022. 

Lalu saham apa yang akan diuntungkan?

Booster Pfizer dan BioNTech untuk Lawan Omicron

Temuan laboratorium menunjukkan bahwa dua dosis vaksin "mungkin tidak cukup" untuk melindungi dari infeksi Omicron, kata perusahaan tersebut. 

Hal itu dapat meningkatkan kemungkinan bahwa suntikan booster pada akhirnya mungkin diperlukan untu melawan varian baru virus corona (Coronavirus Disease 2019/COVID-19). Pfizer mengatakan vaksin booster akan siap pada bulan Maret.

Sangat jelas bahwa suntikan Pfizer-BioNTech “harus berupa vaksin tiga dosis” untuk menangani Omicron, kata Ugur Sahin, Chief Executive Officer BioNTech. 

Mungkin masuk akal untuk memberikan booster lebih cepat dari yang direkomendasikan sekarang, paling cepat tiga bulan setelah dua dosis pertama, tambahnya.

Baca Juga: Vaksin Booster Berbayar, Begini Tanggapan Kadinkes Palembang

Dalam jangka pendek, tingkat antibodi kuat yang ditimbulkan oleh dosis booster dari vaksin Pfizer yang ada, dengan merek Comirnaty, kemungkinan akan memberikan perlindungan yang baik untuk beberapa bulan ke depan hingga awal musim semi. Ini akan mengulur waktu untuk mengembangkan suntikan baru dan mencari cara terbaik untuk lanjutkan, kata Mikael Dolsten, kepala petugas ilmiah Pfizer.  

Sementara itu, laporan awal menunjukkan bahwa sebagian besar infeksi Omicron relatif ringan.

Evolusi virus (COVID-19) juga membuat kebutuhan vaksinasi tahunan tersebut menjadi lebih mungkin, kata Dolsten. Tergantung apakah varian tersebut terus menyebar lebih luas, dan varian apa lagi yang muncul dalam beberapa bulan ke depan, sebutnya. 

Meskipun demikian, "kami dengan jelas melihat alasannya sekarang" untuk mempersiapkan dosis keempat yang disesuaikan dengan varian jika diperlukan di beberapa titik, ungkap Dolsten.

Baca Juga: Dokter Ungkap Efektivitas Vaksin Booster yang Harus Masyarakat Ketahui