Find Us On Social Media :
Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka (Tribunnews.com)

Kirim Puluhan WGS ke RS di Solo, Gibran: Omicron Belum Ada di Solo

Iqbal Maulana - Selasa, 25 Januari 2022 | 10:40 WIB

Solo, Sonora.ID - Lacak Omicron di Solo, Pemerintah Kota Solo kirim puluhan Whole Genome Sequencing (WGS) ke rumah sakit di Solo.

Pengiriman WGS ke rumah sakit yang ada di Solo ini untuk memastikan apakah pasien covid-19 yang dirawat terpapar omicron atau tidak.

Mengingat kasus pertama omicron di Solo Raya ditemukan di Kabupaten Sukoharjo beberapa waktu lalu.

Meski begitu Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan varian omicron belum terdeteksi di Kota Solo.

"Yang di Solo belum terdeteksi, belum ada," ujarnya, Senin (24/1/2022).

Menurutnya, varian omicron tidak lebih ganas dari varian delta yang menyerang beberapa waktu lalu.

"Sekali lagi saya tegaskan, warga masyarakat tidak perlu takut, varian omicron tidak seganas delta, sudah tenang saja," pungkasnya.

Sementara itu, untuk WGS yang di kirim ke rumah sakit yang ada di Solo, Sri Wahyuningsih selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta,  mengatakan baru dua rumah sakit di Solo yang sudah mengirim puluhan sampel WGS.

"Yang mengirimkan sampel RS Moewardi dan RS dr. Oen Kandang Sapi total sebanyak 32 sampel WGS," katanya, Senin (24/1/2022).

Baca Juga: Luhut: Kenaikan Kasus Covid-19, Namun Penyebaran Varian Omicron Masih Terkendali

Ning menjelaskan ada sebanyak 30 sampel WGS yang hasilnya sudah keluar beberapa waktu lalu, dimana dua diantaranya belum diketahui hasilnya.

"Yang 28 dari RS Moewardi semuanya negatif omicron, 2 dari RS dr. Oen negatif, dua lainnya masih menunggu hasilnya, kemungkinan keluar minggu ini," terangnya.

Ning juga berharap sampel yang belum keluar hasilnya, bukanlah Omicron.

"Semoga hasilnya bukan omicron," harapnya.

Untuk mengirimkan sampel WGS, ditentukan dari Cycle Threshold (CT) Value dari hasil PCR pasien yang terinfeksi. Menurut Ning, apabila CT Value dibawah 30, maka akan diambil sampel WGS untuk dikirim ke Balai yang ada di Semarang.

"Sekarang kalau CT di bawah 30 maka harus dikirim sampel," katanya.

Ning juga menjelaskan bahwa riwayat perjalanan juga akan di ambil sampelnya.

"Tapi, meski CT-nya tinggi ada riwayat perjalan tetap diambil sampelkan, kan belum tahu kontak eratnya," tambahnya.

Sementara itu, keadaan kasus Covid -19 di Indonesia beberapa hari terakhir ini bertambah ribuan perharinya.

Baca Juga: Pimpin Ratas Evaluasi PPKM, Wapres Ma'ruf Amin Minta Percepat Penanganan Omicron

Meski begitu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan belum perlu adanya tindakan pembatasan mobilitas warga di tengah ancaman Omicron ini.

"Kan sudah ditekankan oleh Kemenkes pasti dalam dua bulan ke depan ada peningkatan kasus (covid-19)," katanya, Senin (24/1/2022).

"ndak (tak) masalah, tenang saja!," jelas dia menekankan.

Gibran menuturkan dirinya masih menunggu Surat Edaran (SE) terbaru dari Kemendagri perihal antisipasi penyebaran omicron.

"Surveilans masih terus kita jalankan, nunggu SE terbaru, nggak ada perubahan," ujarnya.

"Pembatasan sejauh belum ada, tenang saja, kita lebih siap, tetap prokes," tambahnya.

Gibran juga meminta kepada seluruh masyarakat Solo untuk segera mengikuti vaksinasi, mengingat salah satu pasien omicron yang meninggal dunia karena belum divaksin.

"Itukan satu belum di vaksin yang di Jakarta, makanya segera vaksin," Ucapnya.

Baca Juga: Jelang Festival Imlek, Gibran Rakabuming: Jangan Sampai Ada Kerumunan!