Find Us On Social Media :
Sesuai Arahan Jokowi, PT Pertamina Mulai Laksanaan Proyek Hilirisasi Batu Bara (Kompas.com)

Sesuai Arahan Jokowi, PT Pertamina Mulai Laksanaan Proyek Hilirisasi Batu Bara

Eric Indra Cipta - Rabu, 26 Januari 2022 | 13:00 WIB

Medan, Sonora.ID - Proyek kerjasama strategis antara PT Bukit Asam Tbk, PT Pertamina (Persero), dan Air Product Chemicals, Inc (APCI), ini dalam rangka meningkatkan kemandirian energi Indonesia melalui penggunaan sumber daya alam dalam negeri serta mengurangi ketergantungan pada impor Liquid Petroleum Gas (LPG) di Indonesia yang saat ini mencapai 80% dari total konsumsi LPG nasional atau sekitar 6,4 juta ton dari 7,95 juta ton LPG. 

Hal ini pun ditegaskan Presiden Joko Widodo dalam sambutannya, sekaligus menyampaikan kegembiraannya karena groundbreaking proyek hilirisasi batu bara ke DME dapat dimulai hari ini (24/1). 

Dalam Grand Strategi Energi Nasional tahun 2015-2050, DME diproyeksikan akan menjadi salah satu energi baru pengganti LPG.

Proyek hilirisasi batu bara merupakan proyek strategis nasional (PSN) yang memanfaatkan batu bara kalori rendah yang selama ini belum terkomersialisasi secara optimal, menjadi produk akhir yang bernilai tinggi. 

Dalam Grand Strategi Energi Nasional tahun 2015-2050, DME diproyeksikan akan menjadi salah satu energi baru pengganti LPG.

Proyek hilirisasi batu bara merupakan proyek strategis nasional (PSN) yang memanfaatkan batu bara kalori rendah yang selama ini belum terkomersialisasi secara optimal, menjadi produk akhir yang bernilai tinggi. 

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menjelaskan, Pertamina mendukung penuh upaya pemerintah dalam meningkatkan penggunaan sumber energi dalam negeri sekaligus pengembangan energi baru guna mewujudkan kemandirian energi nasional.

"Setelah Pertamina sukses menjalankan program Biodiesel B30 yang menggunakan sumber energi dari kelapa sawit yang berlimpah di Indonesia, Pertamina akan menyerap DME dari batu bara dalam negeri. Produksi DME dari Tanjung Enim ini diestimasikan akan mengurangi impor LPG mencapai Rp7 triliun per tahun," jelas Nicke. 

Nicke menjelaskan bahwa akan diterapkan teknologi CCUS (Carbon Capture, Utilization and Storage), CO2 yang dihasilkan akan di injeksi ke dalam reservoir dari sumur-sumur migas di wilayah Sumsel yang dikelola oleh Pertamina Group. 

Baca Juga: Presiden Sebut Hilirisasi Batu Bara Jadi DME Bisa Buka 12 Ribu Lapangan Kerja

DME dari Tanjung Enim akan didistribusikan ke masyarakat di 6 wilayah yaitu Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung yang diprediksi sekitar 6,3 juta KK. 

Dalam hal ini, Pemerintah, Pertamina akan mengoptimalkan penggunaan infrastruktur LPG eksisting sehingga harganya bisa terjangkau bagi masyarakat.

“Selain mengurangi impor LPG, Proyek DME Tanjung Enim ini juga membuka lapangan kerja baru sekitar 12 ribu orang, serta membangun ekonomi di wilayah Sumatera Selatan,” tutup Nicke.

Baca Juga: Dirut PLN Siapkan Strategi Amankan Pasokan Batu Bara Jangka Panjang