Find Us On Social Media :
Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial RI (Saortua Marbun Sonora.ID Surabaya)

Kabar Gembira! KPM di Bawah 40 Tahun akan Terima Program Kewirausahaan Sosial

Saortua Marbun - Senin, 18 April 2022 | 11:00 WIB

Surabaya, Sonora.ID - Selain bantuan sosial, percepatan penanganan kemiskinan juga dilakukan Kementerian Sosial melalui berbagai program pemberdayaan liannya.

Sejalan dengan arahan Menteri Sosial Tri Rismaharini, penerima bantuan di bawah 40 tahun akan menjadi sasaran program pemberdayaan.

Di Surabaya, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Pepen Nazaruddin kembali menekankan arahan Mensos tersebut. 

"Jadi untuk penerima manfaat di bawah 40 tahun, akan dialihkan ke program pemberdayaan. Kenapa? Karena kita menganggap masih kuat dan mampu," kata Pepen saat menyaksikan pencairan bantuan sosial di Kecamatan Kenjeran, Minggu (17/04/2022).

Selain itu, pengalihan ke program pemberdayaan juga dilakukan dengan pertimbangan untuk menciptakan keadilan. 

 
Baca Juga: Vaksinasi Menjadi Syarat Keluarga Penerima Bansos di Manado 
 
"Masih banyak warga pra-sejahtera lainnya yang belum terjangkau bantuan. Jadi agar ada pemerataan kesempatan bagi yang belum pernah mendapat bantuan," kata Pepen.

Kemensos telah menyiapkan Program Kewirausahaan Sosial (ProKUS) dengan sasaran peserta Program Keluarga Harapan (PKH) graduasi yang memiliki rintisan usaha.

Program itu diharapkan menjadi jembatan bagi mereka yang memiliki rintisan usaha sehingga lebih berkembang.

 
Peserta ProKUS nantinya tidak hanya mendapatkan bantuan modal usaha tetapi juga mentoring atau pendampingan.
 
Ini adalah cara Kementerian Sosial hadir dan membuat masyarakat pra-sejahtera semakin mandiri secara ekonomi.

"Mereka akan terhubung dengan lembaga-lembaga permodalan seperti koperasi," ujar Pepen. 

ProKUS diharapkan bisa meningkatkan standar kehidupan KPM secara berkelanjutan dengan memberikan penguatan terhadap usaha rintisan yang mereka lakukan.

 
Misalnya di bidang industri rumah tangga, jasa, kuliner, kerajinan tangan, industri kreatif, budidaya pertanian dan agrowisata.
 

 Baca Juga: Kabar Gembira Bagi Warga Wonogiri, Bantuan Langsung Tunai Akan Cair Rp 300 Ribu Per Bulan


Hari ini (Minggu), pencarian bantuan sosial dilakukan di Kecamatan Kenjeran. Hadir bersama Dirjen Linjamsos, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan jajaran.

Dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Bidang Hubungan dan Kemitraan Lembaga Luar Negeri Faozan Amar menyatakan, penyaluran bantuan berjalan lancar.

Sejalan dengan pernyataan Dirjen Linjamsos, Faozan menyatakan, program pemberdayaan sosial merupakan upaya Kemensos memberikan treatment yang tepat dan sesuai untuk setiap kondisi KPM.

"Selain itu, penyaluran bansos di tengah tren kenaikan harga dan menjelang Hari Raya Idul Fitri ini merupakan bukti negara hadir. Dengan bantuan ini diharapkan menekan pengeluaran masyarakat miskin," katanya.

Wali Kota Eri Cahyadi berpesan kepada para KPM agar tidak semata mengandalkan bansos dari pemerintah.

 
Eri meminta mereka sudi merubah diri, berusaha meningkatkan pendapatan secara mandiri.

“Pemkot sudah menyiapkan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kemandirian KPM. Jangan hanya mengandalkan bansos. Terima kasih kepada Ibu Menteri, Pak Dirjen dan jajaran Kemensos,” kata Eri.

Bansos yang disalurkan di Surabaya terdiri dari;

Bansos disalurkan untuk lima kecamatan, yakni Kenjeran dengan 220 KPM, Rungkut sebanyak 96 KPM, Semampir sebanyak 220, Simokerto sebanyak 220, dan Tenggilis Mejoyo sebanyak 124.

Baca Juga: 7 Juta Keluarga di Jawa Barat Bakal Dapat Bantuan Sosial dari Pemerintah