Find Us On Social Media :
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maxi Rein Rondonuwu (Kemenkes RI)

Kemenkes sebut Lingkungan yang Terkontaminasi Tinja jadi Penyebab Penularan Virus Polio

Stefani Windi Ataladjar - Minggu, 20 November 2022 | 16:25 WIB

Sonora.ID - Penyakit polio disebabkan oleh virus bernama polio. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maxi Rein Rondonuwu mengatakan virus polio dapat mengakibatkan terjadinya kelumpuhan permanen, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi polio.

Penularan polio terutama melalui faecal-oral dimana lingkungan dan air kurang bersih dan terkontaminasi oleh tinja yang mengandung virus polio.

“Sudah pasti pada kebersihan, jadi kalau tidak cuci tangan ada kontaminasi dengan feses, bisa masuk melalui mulut, atau air yang terkontaminasi dengan tinja. Kebanyakan virus polio akan berkembangan di saluran pencernaan saat dia mengeluarkan kotoran kemudian tidak masuk ke septic tank ke lingkungan yang ada sungai dan ada anak-anak bermain, dan menjadi sumber virus penularan” ucap Maxi dalam Press Conference: Kejadian Luar Biasa Polio di Indonesia, Sabtu (19/11/2022).

Selain itu, kata Maxi, virus polio yang masuk ke dalam tubuh akan berkembang di saluran pencernaan, dan virus itu akan menyerang sistem saraf. Dengan masa inkubasi 7-21 hari untuk onset gejala kelumpuhan.

“Karena itu yang terkena polio akan mengalami tungkai tidak berkembang, kemudian kekuatan otot berkurang sehingga terjadi pengecilan otot, dan bisa terjadi kelumpuhan,” tuturnya.

 Baca Juga: Kemenkes Tetapkan Status KLB Polio Setelah Temuan Kasus di Aceh

Penyakit Polio sangat berbahaya bagi anak karena menyebabkan kelumpuhan dan tidak ada obatnya, namun mudah dicegah dengan imunisasi polio lengkap dan imunisasi rutin. Pencegahan juga dilakukan dengan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat seperti BAB di jamban yang sesuai standar, cuci tangan pakai sabun dan menggunakan air matang untuk makan dan minum.

''Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk segera melengkapi imunisasi rutin bagi anak-anak sesuai jadwal, dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,'' tambah Maxi.

Maxi mengatakan, pemberian Polio tetes (Bivalent oral polio vaccine (bOPV)) diberikan pada bayi usia 1-4 bulan dan polio suntik (Inactivated Polio Vaccine (IPV)) diberikan pada usia 4 bulan akan memberikan perlindungan penuh terhadap virus polio.

Maxi menyebut, sebanyak 415 Kabupaten/Kota di 30 provinsi di Indonesia masuk dalam kriteria risiko tinggi polio karena rendahnya imunisasi, termasuk Aceh. Untuk itu pemerintah gencarkan upaya imunisasi.