Find Us On Social Media :
Tahun 2022, Perekonomian Sumatera Utara Tumbuh 4,73 Persen (BPS Sumut)

Tahun 2022, Perekonomian Sumatera Utara Tumbuh 4,73 Persen

Eric Indra Cipta - Selasa, 7 Februari 2023 | 09:45 WIB

Medan, Sonora.ID - Ekonomi Sumatera Utara (Sumut) di 2022 tumbuh sebesar 4,73 persen. Capaian ini lebih tinggi dibanding 2021 yang tumbuh sebesar 2,61 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Nurul Hasanudin menerangkan, pertumbuhan perekonomian Sumut tersebut berdasarkan besaran Produk Domestitik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku 2022 mencapai Rp955,19 triliun dan PDRB per kapita mencapai Rp63,19 juta.

“Jika dilihat dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha transportasi dan pergudangan sebesar 12,69 persen,” Hal itu disampaikan Nurul Hasanudin kepada wartawan melalui Chanel Youtube, Senin (6/2/2023).

Sementara itu, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi pada komponen ekspor barang dan jasa sebesar 11,44 persen.

Nurul juga menjelaskan, ekonomi Sumatera Utara triwulan IV-2022 terhadap triwulan IV-2021 mengalami pertumbuhan sebesar 5,26 persen (y-on-y).

Namun, Dari sisi produksi, lapangan usaha transportasi dan pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 16,02 persen.

Baca Juga: KPwBI: Tahun 2022, Perekonomian Sumut Diprakirakan Alami Akselerasi Lebih Tinggi dari 2021

Sementara dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,77 persen.

Nurul juga menyebutkan, ekonomi Sumatera Utara triwulan IV-2022 terhadap triwulan III-2022 mengalami pertumbuhan sebesar 0,46 persen (q-to-q).

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi pada lapangan usaha transportasi dan pergudangan sebesar 3,89 persen.

Dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah merupakan komponen dengan pertumbuhan tertitinggi sebesar 4,92 persen.

Struktur ekonomi di Pulau Sumatera secara spasial pada 2022 didominasi beberapa provinsi besar.

Tiga terbesar diantaranya yaitu, Provinsi Riau yang berkontribusi sebesar 23,50 persen, Sumatera Utara 22,63 persen serta Sumatera Selatan yang berkontribusi sebesar 14,02 persen. Sementara kontribusi terendah yaitu Bengkulu dengan kontribusi sebesar 2,14 persen.

Baca Juga: Wow! Akan Ada Satu Perusahaan Di Singkawang yang Go Public, Siapa Dia?