Find Us On Social Media :
Walikota Bandung Yana Mulyana (tengah) didampingi Deputi Kepala Perwakilan BI Jabar Bambang Pramono (kemeja biru gelap) di OP Beras Medium di Bandung, Selasa (14/2/2023)/ (Sonora/Gun)

Gandeng BI dan Bulog, Pemkot Bandung Gelar Operasi Pasar Guna Stabilkan Harga Beras

Indra Gunawan - Rabu, 15 Februari 2023 | 11:10 WIB


Bandung, Sonora.ID - Di tengah capaian pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tahun 2022 yang menunjukkan tren positif sebesar 5,45% (yoy), lebih tinggi dari nasional sebesar 5,31% (yoy), Jawa Barat masih menghadapi beberapa tantangan yang berpotensi menahan laju akselerasi pertumbuhan ekonomi.

Berbagai tantangan ekonomi tidak hanya dari sisi eksternal seperti ketegangan geopolitik yang masih berlangsung disertai dengan kebijakan moneter ketat negara-negara maju, namun juga dari sisi domestik termasuk diantaranya pengendalian inflasi daerah.

Dalam siaran pers Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat menyebut, pada Januari 2023, Jawa Barat mengalami inflasi sebesar 0,47% (mtm) yang ditengarai disebabkan oleh kenaikan harga beberapa komoditas pangan salah satunya beras.

Hal serupa juga terjadi di Kota Bandung, yang pada Januari 2023 juga tercatat mengalami inflasi sebesar 0,38% (mtm) atau 7,37% (yoy) yang menjadikan Kota Bandung menjadi Kota IHK dengan inflasi yoy tertinggi di Jawa Barat.

Menimbang hal tersebut, pengendalian harga pangan khususnya komoditas beras di Kota Bandung menjadi sangat penting guna menjaga inflasi Jawa Barat.

Sebagai langkah strategis meredam gejolak harga beras di Kota Bandung, Pemeritah Kota Bandung bersinergi dengan Bank Indonesia Jawa Barat dan BULOG Kantor Cabang Bandung menggelar Operasi Pasar Murah komoditas beras medium dalam rangka Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Selasa (14/2/2023).

Baca Juga: Pemkot Bandung Tertibkan PKL di Kawasan Masjid Al Jabbar

Bertempat di BULOG Kantor Cabang Bandung, kegiatan tersebut dihadiri oleh Walikota Bandung, Yana Mulyana, dan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Bambang Pramono.

"Operasi Pasar Murah ini menjadi pembuka dari serangkaian kegiatan Operasi Pasar Murah lanjutan lainnya, yang akan dilakukan di seluruh 30 kecamatan se-Kota Bandung dengan harga beras ditetapkan sebesar Rp8.500/kg, jauh berada di bawah harga pasar dan berada dalam range HET yang ditetapkan," ucap Walikota Bandung Yana Mulyana.

Yana juga menyampaikan apresiasi atas langkah sigap TPID Kota Bandung bersama dengan stakeholders terkait lainnya seperti Bank Indonesia Jawa Barat dan BULOG Kancab Bandung, yang telah bersinergi menggelar rencana aksi Operasi Pasar Murah komoditas beras medium yang akan menjangkau seluruh masyarakat di 30 kecamatan se-Kota Bandung.

"Tentunya langkah ini merupakan start awal bagi Pemkot Bandung dalam upaya menjaga inflasi daerah, yang nantinya juga akan diseleranggarakan berbagai kegiatan pengendalian inflasi di komoditas penting lainnya," tutur Yana.