Find Us On Social Media :
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka (Kompas.com)

Presiden Jokowi Sempat Protes ke Gibran Perihal Banjir di Kota Solo

Nafila Cholifah - Rabu, 22 Februari 2023 | 17:05 WIB

Solo, Sonora.ID - Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Solo bertemu dengan sang ayah, Presiden Joko Widodo dalam pernikahan adik Ibu Negara Iriana, Anjas Aryo Wijanarko dengan Febrina Farrah Anova.

Pertemuan mereka berlangsung di Dyandra Convention Center Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu (18/2/2023).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Joko Widodo sempat melontarkan komentar kepada Wali Kota Solo, Gibran menyinggung bencana banjir yang melanda Kota Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (17/2/2023) kemarin.

"Iya, komen (komentar) soal banjir. Tapi sudah terselesaikan," kata Gibran saat ditemui di Solo, Jawa Tengah, Selasa (21/2/2023).

Baca Juga: Respon Ganjar Terkait Banjir di Solo: Kita Perbaiki Mulai Hulu Sungai

Suami dari Selvi Ananda ini pun juga meyakinkan kepada sang ayah bahwa banjir yang melanda Kota Solo sudah teratasi.

"Sudah teratasi," jelas Gibran.

Gibran menyampaikan, Pemerintah Kota Solo berencana untuk menambah sumur resapan di beberapa titik guna mengantisipasi banjir terjadi ke depan di Kota Solo.

"Ya nanti. Sudah diatasi sama BBWS," ungkapnya.

Diketahui, banjir yang melanda Kota Solo disebabkan oleh luapan dari anak Sungai Bengawan Solo dan Sungai Bengawan Solo.

Banjir ini, melandar 16 kelurahan yang ada di Kota Solo. Ribuan warga yang terdampak banjir ini terpaksa harus dievakuasi ke pengungsian atau tempat yang lebih aman.

Sebelumnya, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo telah melakukan evaluasi pasca-banjir yang melanda di wilayah Soloraya, Jawa Tengah pada beberapa hari yang lalu.

Berdasarkan hasil dari evaluasi, pihaknya akan meningkatkan kapasitas dari pompa air untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir.

Maryadi Utama, Kepala BBWS Bengawan Solo menyampaikan bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Kota Solo pada Jumat (17/2/2023) ini terjadi karena debit air yang tinggi disertai dengan durasi hujan yang deras.

Baca Juga: BBWS Bengawan Solo Tingkatkan Kapasitas Pompa Air Pasca Banjir

Pihak BBWS Bengawan Solo bersama dengan Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah bersama-sama meninjau pompa air yang ada di lokasi banjir Kota Solo. Sebab, ada beberapa pompa yang terendam banjir.

"Jadi kita akan mengevaluasi untuk meningkatkan baik pompa dan rumah pompa akan kita tinggikan," ungkap Maryadi dalam Konferensi Pers Penanganan Bencana Banjir Solo di Kantor BBWS Bengawan Solo di Pabelan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (20/2/2023).

Maryadi juga menyampaikan, BBWS Bengawan Solo telah mengoperasionalkan 15 stasiun pompa air dan empat unit mobil PAM selama dua hari banjir melanda Kota Solo.

Ditambah dengan 10 pompa air yang dimiliki oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Solo di beberapa lokasi rawan banjir belum mampu mengurangi banjir.

"Waktu itu memang kita kejar-kejaran. Teman-teman stand by dan terus memompa. Karena curah hujan durasinya sangat lama kita masih kekurangan pemompaannya. Karena kapasitas dan keluarannya waktu itu kita perhitungkan punya BBWS itu sekitar 22.000 liter/detik dan Kota Solo 2.000 liter/detik. Dan airnya terus kita pompa Alhamdulillah Sabtu pagi sudah mulai mengering semua," ungkap Maryadi.

Menurut Maryadi, banjir yang melanda Kota Solo hanya 15 persen dari debit air yang masuk ke Sungai Bengawan Solo yaitu 280 meter kubik/detik dibanding beberapa curah hujan yang terjadi di Kali Dengkeng dan Sungai Samin.

Kali Dengkeng 562 meter kubik/detik dan Sungai Samin 400 meter kubik/detik serta limpasan dari anak-anak Sungai Bengawan Solo sehingga debit Sungai Bengawan Solo menjadi level siaga merah yaitu 86,55 mdpl.

Baca Juga: Kota Solo Dilanda Banjir, FX Rudy Beri Saran pada Gibran

Dikatakan oleh Maryadi, bahwa banjir yang melanda Kota Solo selama dua hari kemarin seperti banjir yang terjadi pada 2007 lalu.

"Banjir kali ini adalah banjir setelah 16 tahun yaitu 2007 dan selama 2007 sampai 2016 tidak ada banjir sebesar ini. Ini kita antisipasi dengan evaluasi kemarin kami dampingi Bapak Dirjen Sumber Daya Air untuk mengevaluasi dan meningkatkan kapasitas pompa kita dan mengantisipasi air masuk di Joyotakan," ungkap Maryadi.

Berita update lainnya dari Sonora.id di Google News.