Find Us On Social Media :
Petani di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo sedang bersihkan tanaman cabainya dari abu vulkanik Merapi (Tribunsolo.com)

Hujan Abu Merapi, 79 Hektar Lahan Pertanian di Boyolali Rusak

Gilang Wisnu - Selasa, 14 Maret 2023 | 16:55 WIB

Boyolali, Sonora.ID – Pada Sabtu siang lalu, tepatnya tanggal 11 Maret 2023, Gunung Merapi kembali mengalami erupsi atau guguran awan panas.

Gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta ini juga merupakan salah satu gunung teraktif di Indonesia bahkan dunia.

Adanya aktivitas erupsi ini, menyebabkan beberapa wilayah mengalami hujan Abu vulkanik yang terbawa oleh angin.

Saat itu, angin membawa abu vulkanik merapi menuju ke arah barat daya hingga ke utara pada pukul 12.12 WIB.

Baca Juga: Arti Merapi Tak Pernah Ingkar Janji yang Trending saat Merapi Meletus

Datangnya hujan abu vulkanik akibat erupsi Merapi ini pun juga dirasakan oleh masyarakat yang memiliki lahan pertanian di sekitar lereng Gunung Merapi maupun Merbabu, khususnya masyarakat di Kecamatan Selo, Boyolali.

Lebih dari 3 Desa di kecamatan ini, mayoritas menanam berbagai macam tanaman seperti tomat dan cabai.

Dan ketika buah dari tanaman tersebut terdampak hujan abu vulkanik merapi masih bisa berkembang hingga menjadi buah dan dapat diselamatkan.

Memang, Abu vulkanik tidak akan membuat tanaman mati. Namun, abu vulkanik ini dapat menggagalkan proses penyerbukan bunga dari tanaman ini.

Dengan turunnya abu vulkanik ini, para petani di Kecamatan Selo pun hanya dapat membersihkan debu yang menempel pada bagian batang, daun, dan buah cabai nya saja.