Find Us On Social Media :
Komunitas Tailor Sambut Gembira Larangan Thrifting (Kompas.com)

Komunitas Tailor Sambut Gembira Larangan Thrifting

Jati Sasongko - Kamis, 16 Maret 2023 | 19:30 WIB

 

Palembang, Sonora.ID - Presiden Joko Widodo menyatakan melarang bisnis  baju bekas impor atau Thrifting yang saat ini tengah populer di masyarakat.

Bisnis baju bekas impor tersebut, menurut Jokowi, mengganggu industri tekstil dalam negeri. Bagaimana komentar komunitas tailor dengan kebijakan ini?

Dina Mardiana Salah seorang anggota komunitas tailor menuturkan dirinya sangat mendukung kebijakan tersebut sebab umkm fashion kalah bersaing harga dengan baju-baju bekas impor.

Baca Juga: Sebanyak 82 Tenant Thrifting Ramaikan Pontianak Festival Week

“Penjualan baju bekas mengganggu UMKM di bidang fashion karena barang-barang yang dijual murah, kalah kelas dan mengganggu ekonomi kita. Saya sangat mendukung kebijakan pemerintah yang melarang bisnis thrifting, artinya pemerintah memikirkan UMKM dibidang fashion,” ujarnya.

Ia menambahkan hadirnya bisnis thrifting sangat berpengaruh terhadap bisnis tailor yang dijalankannya, orang lebih memilih baju bekas ketimbang menjahit karena ongkos menjahit lebih mahal dibanding membeli baju bekas jadi yang murah dan bermerek.

“Pendapatan kita turun sangat mempengaruhi, apalagi jelang lebaran biasanya banyak orderan juga saat pernikahan banyak yang pesan baju seragam. Semoga kedepan industry fashion lebih bangkit lagi dan masyarakat lebih mencintai produk-produk Indonesia,” pungkasnya.

Baca berita update lainnya dari Sonora.id di Google News