Find Us On Social Media :
Ilustrasi, puisi tentang rindu untuk pasangan, sahabat, atau orang tua (Freepik)

12 Puisi Tentang Rindu untuk Pasangan, Orang Tua, atau Sahabat yang Menyentuh!

Sienty Ayu Monica - Kamis, 11 Mei 2023 | 13:25 WIB

Sonora.ID – Ketika kita merasakan rindu akan seseorang, hati pun menjadi gundah gulana. Berikut ini adalah beberapa kumpulan puisi tentang rindu.

Satu-satunya cara melepas rindu adalah dengan saling bertemu. Namun, ada kalanya kita tak bisa bertemu dengan seseorang karena berbagai alasan.

Kamu bisa mengungkapkan perasaan rindu ini melalui sebuah puisi tentang rindu.

Berikut ini kumpulan puisi tentang rindu untuk pasangan, orang tua, atau sahabat.

Baca Juga: 20 Puisi tentang Ayah, Singkat tetapi Menyentuh Hati, Bikin Haru!

Puisi tentang rindu untuk pasangan

1. Andai

Andai aku jadi angin

Ingin ku sampaikan semua kerinduan

Tanpa perantara apa-apa

Andai aku jadi air

Ingin ku hanyutkan semua duka dan pedihnya luka

Tanpa bicara dan bertindak

Andai aku senja

Ingin ku hiasi senyummu walau sementara

Tanpa ada luka, walau sesaat saja

Andai..

2. Salam

Salam-salam kukirimkan dari sudut kota,

Untukmu, pria berwajah dingin namun menghangatkan

Aku titip salam untuk mamamu,

Agar mengingatkanmu makan teratur

Dan jangan terlalu larut dalam perkemahan

Nanti kamu rindu aku,

Senja di penghujung hari

Jaga dirimu baik-baik.

—Farah Alk.

3. Tanpa Rangkulan Tangan

Ada apa mereka mempermasalahkan terik?

Mengeluh mengenai hujan menyerbu bumi yang diam tanpa perlawanan?

Kepada apa mereka terus menggumpat? Tentang macet yang mengular sepanjang jalan pulang dan pergi

Untuk apa mereka tidak menghirup segar udara dalam pekat polusi?

Dunia indah meski matahari begitu semangat membuat kita berkeringat

Senyum tidak luntur saat deras hujan menghapusnya dari wajah kami

Rangkulan tangan memeluk pinggang seolah menjadi amunisi

Meyakinkan. Dunia masih indah dengan seribu keburukan hendak merusaknya

Dengar kah kau? Aku melafalkan jutaan kalimat itu. Dunia masih indah dengan seribu keburukan

Seolah petir yang menyusup dalam hujan

Aku tak memikirkan sebuah celah yang meruntuhkan kokoh pendirianku

Ya… sekarang aku tahu

Seribu keburukan menjadi lebih membahagiakan dengan tangan yang kau pelukkan