Find Us On Social Media :
ilustrasi, contoh puisi kemerdekaan (Freepik)

15 Contoh Puisi Kemerdekaan, Cocok untuk Lomba 17 Agustus

Syahidah Izzata Sabiila - Selasa, 8 Agustus 2023 | 14:20 WIB

Sonora.ID - Simak beberapa contoh puisi kemerdekaan yang bisa dijadikan referensi tema untuk lomba 17 Agustusan mendatang.

Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia bisa dilakukan dengan beragam aktivitas.

Salah satunya dengan mengadakan perlombaan di sekitar rumah, sekolah atau bahkan di kantor.

Berbagai lomba pun digelar, mulai dari lomba balap karung, makan kerupuk hingga baca puisi bertema kemerdekaan.

Ada berbagai contoh puisi yang bisa dipilih untuk dibacakan saat lomba.

Berikut ulasannya.

Baca Juga: Teks Doa Upacara 17 Agustus, Bisa Dibacakan oleh Petugas Upacara

Contoh Puisi Kemerdekaan

Karya: Asty Kusumadewi

Indonesia adalah negara kaya
Negara penuh budaya
Negara yang selalu jaya
Di setiap generasinya
Namun, ada kisah nyata di balik itu semua

Penjajahan di mana-mana
Perjuangan melawan penjajah durjana
Dengan semangat juang 45
Pertumpahan darah di tanah air
Saksi bisu perjuangan bangsa

Dengan satu keinginannya
Tekad kuat untuk merdeka!
Merdeka, merdeka, merdeka!

Hari itu bangsaku bahagia
17 Agustus 1945
Indonesia merdeka dari segala sengsara dan lara

Karya: Ikbal Alimuddin

Kita semua adalah pejuang
Pejuang buat diri kita sendiri
Memperjuangkan masa depan
Layaknya para pahlawan kemerdekaan

Perjuangan memang tak semudah membalikkan telapak tangan
Karena di balik perjuangan ada kemerdekaan yang menanti untuk diraih
Inilah yang juga dilakukan oleh para pahlawan
Mereka memperjuangkan kemerdekaan dengan bercucuran keringat
Bertumpah darah
Mengerahkan seluruh jiwa dan raganya
Demi satu kata
“Merdeka”

Semangat perjuangan para pahlawan
Juga tertanam kuat di diri kita semua
Dalam meraih impian
Tidak semudah membalik telapak tangan
Butuh diterpa
Sampai titik darah penghabisan
Butuh berjuang
Demi satu kata
“Merdeka”

Karya: Taufik Ismail

Tidak ada pilihan lain
Kita harus berjalan terus
Karena berhenti atau mundur
Berarti hancur

Apakah akan kita jual keyakinan kita
Dalam pengabdian tanpa harga
Akan maukah kita duduk satu meja
Dengan para pembunuh tahun yang lalu
Dalam setiap kalimat yang berakhiran
"Duli Tuanku ?"