Find Us On Social Media :
()

Dukung Pengentasan Stunting, Sonora Peduli Stunting Bagikan Paket Telur di Kecamatan Tebet

Theresia Olivia Itran - Jumat, 2 Februari 2024 | 11:47 WIB

Sonora.ID - Radio Sonora melalui kegiatan Sonora Peduli Stunting, hari ini (01/02/2024), kembali menyalurkan bantuan nutrisi tambahan berupa paket telur kepada 105 anak balita terindikasi stunting di Kecamatan Tebet Jakarta Selatan.
 
Kegiatan Sonora Peduli Stunting merupakan komitmen Sonora dalam mendukung pengentasan stunting di Indonesia, melalui penyaluran nutrisi tambahan berupa telur kepada anak terindikasi stunting selama 3 bulan berturut-turut. 
 
Sonora Peduli Stunting merupakan kegiatan yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2022, serentak di 12 kota Jaringan Sonora, untuk mendukung percepatan pengentasan stunting di Indonesia.
 
Untuk wilayah Kecamatan Tebet, yang menjadi target penyaluran kali ini, ada 7 kelurahan, dengan total 105 balita terduga stunting yang menerima paket telur tersebut.
 
Vice Director PT Radio Sonora, Viliny Lesmana mengatakan, Sonora Peduli Stunting ini melibatkan pendengar setia Sonora yang ikut berpartisipasi dalam menyediakan kebutuhan nutrisi tambahan seperti telur, bagi anak-anak yang terindikasi stunting
 
"Radio Sonora tentunya tidak sendiri, kami didukung oleh para pendengar setia Sonora yang ikut berpartisipasi dalam program Sonora Peduli Stunting. Hal ini penting agar anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa di masa yang akan datang, terbebas dari stunting," ungkap Viliny saat berlangsungnya acara Sonora Peduli Stunting, di Kantor Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.
 
Baca Juga: Miris! Satu Keluarga Menderita Stunting. Apa Upaya Pemko Banjarmasin?
 
 
Sementara itu, ditemui dikesempatan yang sama, Camat Tebet, Dyan Airlangga menjelaskan bahwa pihaknya memiliki berbagai program,  baik dari internal maupun eksternal dalam rangka mengentaskan stunting di wilayahnya.
 
"Sesuai arahan pemerintah pusat, hingga di tingkat provinsi, kita mencoba mengatasi stunting dengan berbagai cara. Di Internal pemda menggunakan anggaran daerah untuk dibelikan susu, vitamin, dan dukungan untuk balita-balita yang terduga stunting. Eksternal kita ada CSR dan orangtua asuh. Jadi anak-anak yang stunting kita jadikan anak asuh dan kita beri subsidi pangan. Sehari 3 kali, sampai tiap bulan kita pantau perkembangannya, dimana butuh waktu sekitar 3 bulan untuk seorang anak bebas dari status stunting," jelas Dyan.
 
Dyan pun menambahkan, bahwa pengentasan stunting merupakan tanggungjawab bersama seluruh elemen masyarakat, meski pemerintah memiliki kewajiban mensejahterakan rakyat, namun pemerintah juga perlu dukungan dalam mengentaskan stunting.
 
"Saya yakin pihak swasta juga akan dukung penanganan stunting, karna kalau kita bebas stunting, kita punya dampak untuk mencapai indonesia emas 2045," tandasnya.
 
Baca Juga: Dua Strategi Percepatan Penurunan Stunting