Kasus COVID-19 Kian Menurun, Kapan Indonesia 'Bye-bye Masker'?

16 Maret 2022 07:45 WIB
Kasus COVID-19 Kian Menurun, Kapan Indonesia 'Bye-bye Masker'?
Kasus COVID-19 Kian Menurun, Kapan Indonesia 'Bye-bye Masker'? ( Sehat Negeriku)

Sonora.ID - Beberapa hari terakhir, Indonesia mengalami penurunan kasus positif COVID-19.

Hal ini didorong dengan adanya data angka positivity rate dan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit rujukan juga mengalami penurunan.

Lantas, hal ini mengundang pertanyaan kapan Indonesia 'bye-bye masker?'

Baca Juga: SEMANGAT! Kasus COVID-19 di 30 Provinsi Sudah Turun, Sisa 4 Lagi yang Masih Naik

Pemerintah akan secara perlahan melakukan transisi dari pandemi ke endemi

Melansir dari laman Sehat Negeriku, Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan pemerintah tidak terburu-buru untuk menyatakan transisi memasuki endemik.

Lantaran proses transisi menuju normalisasi endemi itu artinya bukan berarti kasus COVID-19 tidak ada sama sekali tapi tetap kasus itu akan ada.

Baca Juga: Indonesia Mulai 'Bye-bye' Covid, Ini 3 Kabar Baik Corona di RI kata Luhut

Kendati begitu, saat ini meski Indonesia masih dalam kondisi pandemi COVID-19, tapi telah mengalami banyak tren kasus penurunan.

Dengan begitu, Indonesia sudah mulai bersiaga membuat langkah ke arah endemi.

Indonesia 'bye-bye masker' atau transisi endemi akan terjadi jika memenuhi faktor-faktor beriku.

  • laju penularan harus kurang dari 1
  • angka positivity rate harus kurang dari 5 persen
  • kemudian tingkat perawatan rumah sakit harus kurang dari 5 persen
  • angka fatality rate harus kurang dari 3 persen
  • level PPKM berada pada transmisi lokal level tingkat 1.

Kondisi – kondisi ini harus terjadi dalam rentang waktu tertentu misalnya 6 bulan.

Indonesia sudah perlahan menerapkan sinyal endemi

Kini Indonesia sudah dalam proses transisi perubahan pandemi menjadi endemi. Proses transisi itu sejalan dengan kebijakan pemerintah yang dilonggarkan.

Pelonggaran ini dilakukan sejalan dengan penurunan level PPKM menjadi level 2 dan menghapuskan antigen dan PCR sebagai syarat melakukan perjalanan domestik menggunakan transportasi laut.

Selain itu, perjalanan darat maupun udara bagi masyarakat yang sudah vaksin hingga dosis ke-2.

Pemerintah juga menurunkan jangka waktu karantina bagi masyarakat yang melakukan perjalanan luar negeri, dari yang sebelumnya karantina 14 hari menjadi 7 hari, kemudian 3 hari, hingga saat ini menjadi 1 hari.

Baca Juga: Bye-bye COVID-19! Akhirnya Turki Tarik Aturan Pakai Masker di Luar Ruangan, Indonesia Kapan?

Lantas, kapan PPKM dicabut?

Dikutip dari laman Kompas.com, menurut Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi PPKM merupakan alat yang digunakan untuk melihat perkembangan kasus COVID-19 di suatu daerah.

Hal itu seperti peningkatan kasus COVID-19 dan tingkat keterisian tempat tidur sudah sesuai dengan yang diharapkan.

Kemudian, Nadia menambahkan pemerintah tidak akan terburu-buru mengubah status pandemi menjadi endemi.

Sebab, dalam kondisi endemi kasus COVID-19 masih akan tetap ada sehingga masyarakat saat ini didorong untuk bisa hidup berdampingan dengan COVID-19 .

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
92.0 fm
98.0 fm
102.6 fm
93.3 fm
97.4 fm
98.9 fm
101.1 fm
96.7 fm
98.9 fm
98.8 fm
97.5 fm
91.3 fm
94.4 fm
102.1 fm
98.8 fm
95.9 fm
88.9 fm
97.8 fm
101.1 fm
101.8 fm
101.1 Mhz Fm
101.2 fm
101.8 fm