Find Us On Social Media :
Kenali gejala-gejala kanker payudara dengan teknik SADARI (freepik)

Catat! Teknik Gerakan SADARI Agar Terhindar dari Kanker Payudara

Sienty Ayu Monica - Senin, 4 November 2019 | 16:09 WIB

Sonora.ID – Banyak warga Indonesia yang terkena penyakit Kanker Payudara. Maka dari itu, masyarakat perlu memeriksa payudaranya sendiri sedini mungkin agar bisa meminimalisir penyakit kanker payudara dengan teknik SADARI.

Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa 42 orang per 100 ribu penduduk di Indonesia terkena Kanker Payudara dan 17 orang per 100 penduduk meninggal akibat terkena peyakit Kanker Payudara.

Cara mengetahui payudara ada benjolan atau tidak salah satunya dengan teknik mamografi. Mamografi adalah pemeriksaan kelenjar payudara dengan menggunakan sinar X berdosis rendah. Mamografi dapat mendeteksi adanya benjolan atau tumor yang menjadi awal dari kanker payudara.

Baca Juga: Deodoran Bisa Menyebabkan Kanker Payudara, Mitos atau Fakta?

Menurut dr. Jumi Soepitaanggraeni selaku Dokter Spesialis Radiologi kita harus memulai dengan gerakan SADARI atau periksa payudara sendiri.

Teknik ini dapat dilakukan sekitar setelah satu hingga dua minggu pasca menstruasi.

"Karena pada saat menstruasi itu, terjadi flukturasi dari hormonal tubuh yang menyebabkan perubahan pada tubuh termasuk payudara yang mengencang sehingga memberikan kesalahan saat pemeriksaan," ujar dr. Jumi.

Teknik SADARI

Tekik ini dapat dilakukan dengan posisi berdiri ataupun berbaring. Kebanyakan wanita tidak memiliki payudara yang ukurannya sama besar.

Baca Juga: Para Wanita, Catat Daftar Makanan yang Dapat Mencegah Kanker Payudara