Find Us On Social Media :
Tingkat Penularan Terendah Se-Indonesia, Gubernur Khofifah: Terus Testing, Tracing dan Isolasi ()

Tingkat Penularan Terendah Se-Indonesia, Gubernur Khofifah: Terus Testing, Tracing dan Isolasi

Budi Santoso - Kamis, 1 Oktober 2020 | 18:00 WIB

Surabaya, Sonora.ID - Arahan Presiden Joko Widodo untuk mengendalikan kasus Covid-19 di 9 provinsi prioritas termasuk salah satunya adalah Jawa Timur.

Berbagai upaya mulai operasi yustisi, testing dan isolasi yang massif dalam menekan penyebaran Covid -19 terus dilakukan dalam dua minggu terakhir.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, operasi yustisi untuk meningkatkan kepatuhan bermasker diikuti dengan testing dan isolasi yang masif dalam dua minggu terakhir ini membuahkan hasil yang cukup memuaskan.

Baca Juga: Gerakkan Program Rutilahu, Risma Renovasi Rumah Nenek 82 Tahun

Berdasarkan data yang dirilisi Kemenkes RI, Senin (29/09), kasus aktif Covid -19 yang masih dirawat di Jatim merupakan yang terendah dibandingkan provinsi besar lain di Pulau Jawa, yaitu sebanyak 3.580 pasien.

Kemudian diikuti oleh Jateng sebanyak 4.962 kasus aktif, Jabar 8.075 kasus aktif, dan DKI Jakarta terdapat 12. 106 kasus aktif Covid -19.

Sementara itu, dalam dua minggu terakhir testing PCR yang dilakukan cukup masif yakni 77.953 test, angka ini sudah mendekati target WHO.

Baca Juga: Kunjungan ke Kebun Klengkeng, Gubernur Jatim Panen dan Petik Perdana

“Alhamdulillah, Operasi Yustisi yang diikuti dengan testing PCR yang terus naik dan isolasi yang lebih agresif dengan jemput bola ini cukup efektif untuk menekan kasus baru Covid -19 di Jawa Timur. Ketika jumlah testing sampel PCR di Jatim terus naik hingga menjadi tertinggi kedua di Indonesia setelah DKI Jakarta, kasus positif Covid -19 yang ditemukan justru menurun, positivity rate kita juga terus konsisten menurun," kata Khofifah di Gedung Grahadi, Surabaya, Rabu (30/09/2020).