Find Us On Social Media :
FPI. (Kompas.com/Garry Andrew Lotulung)

37 Eks Anggota FPI Jadi Teroris, Gabung ke Organisasi JAD dan MIT

Kumairoh - Senin, 14 Desember 2020 | 08:35 WIB

Sonora.ID - Sebanyak 37 anggota Front Pembela Islam (FPI) telah bergabung dalam jaringan Jemaah Ansharut Daulah ( JAD) dan Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Hal itu diungkap Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Benny Mamoto pada diskusi virtual di YouTube Nedcom.id, Minggu (13/12/2020).

Melansir Kompas.com, JAD dan MIT ditetapkan sebagai organisasi terlarang lantaran organisasi tersebut kerap terlibat dalam sejumlah aksi terorisme di Indonesia.

Baca Juga: Tanggapi Insiden Penembakan Laskar FPI, Umi Pipik: Polisi Jangan Zalim

“Saya buka datanya, ada 37 anggota FPI, atau dulunya anggota FPI, yang bergabung dengan JAD atau MIT, dan sebagainya, yang terlibat aksi teror. Ada yang akses bersenjata ke Filipina Selatan, Aceh, ada yang melakukan pengeboman Polresta Cirebon,” ujar Benny seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (14/12/2020).

Lebih lanjut Benny menjelaskan dalam organisasi tersebut terbukti ada oknum yang menyembunyikan Nurdin M Top dan beberapa anggota lainnya bertugas merakit bom.

“Ada yang menyembunyikan Nurdin M Top. Ada yang merakit bom dan sebagainya. Data-data ini memang belum dipublikasikan ke media massa. Ini sudah melalui proses hukum. Sudah divonis lewat pengadilan sehingga ini sahih datanya," ungkap Benny.