Find Us On Social Media :
Ilustrasi PPKM beberapa waktu lalu di Kota Denpasar. ()

Dinkes Bali Nilai PPKM Belum Efektif, Kasus Positif Fluktuatif, DPRD Bali Minta Jangan Diperpanjang

I Gede Mariana - Sabtu, 20 Februari 2021 | 14:00 WIB

 
Bali, Sonora.ID
- Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro dinilai belum mampu menekan laju kasus virus Covid-19, khususnya di Bali. Hal itu disampaikan oleh Kepala
DinasKesehatan (Dinkes) Provinsi Bali, dr I Ketut Suarjaya. Pihaknya menjelaskan, dalam satu pekan PPKM diterapkan, kasus Covid-19 di Provinsi Bali masih fluktuatif atau naik turun.

“Ini masih naik turun kasus penyebaran virus Covid-19 di Bali, belum begitu kelihatan ini apa namanya dampaknya,” kata Suarjaya saat dikonfirmasi Sabtu, (20/2/2021).

Suarjaya mengungkapkan bahwa saat ini positivity rate Bali menyentuh angka hingga 30.

Baca Juga: Pulihkan Ekonomi IKM, Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Dukung SE Gubernur Bali Nomor 04/2021

Sementara itu, rata-rata tingkat okupansi tempat tidur di ruang isolasi RS rujukan Covid-19 mencapai 60 persen. Bahkan, rata-rata okupansi ruang ICU sudah di angka 70 persen. Intinya, ia menegaskan, kunci sukses menekan laju pertumbuhan kasus Covid-19 adalah displin menjalankan protokol kesehatan.

“Di mana-mana sekarang kuncinya disiplin," tutupnya.

Berdasarkan update dari  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali menyampaikan perkembangan kasus Covid-19 di Bali, pertama hari Jumat 19 Februari 2021.

Hingga kemarin jumlah pasien positif Covid-19 di Bali naik, yaitu jumlah kumulatifnya sebanyak 31.983 orang dengan rincian, 31.918 WNI dan 65 WNA. Artinya, kemarin terdapat penambahan kasus positif sebanyak 330 orang.