Find Us On Social Media :
Menko PMK : Transformasi Bidang Kesehatan Wujud dari Revolusi Mental (Biro Hukum, Persidangan, Organisasi dan Komunikasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan)

Menko PMK: Transformasi Bidang Kesehatan Wujud dari Revolusi Mental

Saortua Marbun - Kamis, 3 November 2022 | 19:10 WIB
 
Sonora.ID - Pemerintah tengah berupaya untuk melakukan transformasi kesehatan. Ada enam pilar yang akan ditransformasi oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, yaitu Transformasi Layanan Primer, Transformasi Layanan Rujukan, Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan, Transformasi Sistem Pembiayaan Kesehatan, Transformasi SDM Kesehatan, dan Transformasi Teknologi Kesehatan.
 
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir menjelaskan, transformasi bidang kesehatan yang tengah dan akan dilakukan Kementerian Kesehatan merupakan bagian tak terpisahkan dari Revolusi Mental
 
Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam kegiatan Pameran Pembangunan Kesehatan Tahun 2022 dalam Rangka Hari Kesehatan Nasional Ke-58 bertajuk “Bangga Produk Inovasi dan Teknologi Dalam Negeri untuk Mendukung Transformasi Sistem Kesehatan”, di ICE BSD Tangerang Selatan, pada Kamis (3/11/2022).
 
"Langkah-langkah transformasi kesehatan yang dilakukan pak Menkes adalah wujud dari Revolusi Mental yang telah digaungkan Presiden untuk terus berkembang bertransformasi menuju arah yang lebih baik," ujar Muhadjir.
 
Menko PMK menyampaikan, terdapat tiga nilai-nilai dasar untuk revolusi mental, yaitu Integritas, Etos Kerja, dan Gotong Royong. Menurutnya, dalam upaya transformasi kesehatan yang tengah diupayakan Kementerian Kesehatan juga perlu ditanamkan nilai-nilai revolusi mental tersebut.
 
"Saya berharap tiga karakter dasar ini dimiliki oleh semua stakeholder kesehatan untuk mendukung program transformasi kesehatan," ucapnya.
Baca Juga: Wapres Ma'ruf Amin Harap Ratifikasi CEPA dengan Persatuan Emirat Arab (PEA) Segera Tuntas
 
Lebih lanjut, Muhadjir menerangkan, ada lima program aksi sebagai turunan dari tiga nilai dasar Revolusi Mental, yang kemudian bisa diterapkan dalam upaya transformasi kesehatan, yakni: Gerakan Indonesia Bersih, Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Tertib, Gerakan Indonesia Mandiri, Gerakan Indonesia Bersatu. 
 
Gerakan Indonesia Bersih, dengan perilaku bersih lahir dan batin bisa membawa Indonesia menjadi negara yang maju. Gerakan Indonesia Melayani, pelaku di bidang kesehatan seperti tenaga kesehatan dan industri kesehatan wajib memberikan pelayanan untuk kepentingan umum dan kepentingan rakyat banyak.
 
Gerakan Indonesia tertib, tertib dan teratur dalam melaksanakan berbagai upaya untuk transformasi kesehatan. Gerakan Indonesia Mandiri, mandiri dalam hal produksi obat-obatan dan alat kesehatan untuk menjadi negara maju berdikari. Gerakan Indonesia Bersatu, prasyarat revolusi mental untuk memperkuat persatuan dan mencapai cita-cita menjadi negara maju.
 
Menko PMK berharap, dalam upaya transformasi bidang kesehatan yang dilakukan Kementerian Kesehatan bisa selalu menerapkan nilai-nilai revolusi mental dan juga program aksi turunan dari nilai-nilai revolusi mental.
 
"Karena itu saya mohon sebagai bagian dari transformasi yang telah dicanangkan oleh Bapak Menteri Kesehatan itu betul-betul didasari oleh landasan-landasan nilai Pancasila yang dirumuskan ke dalam tiga nilai utama tadi, yaitu integritas yang tinggi, kerja keras dengan etos kerja yang tinggi, dan yang tidak kalah penting semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia," jelasnya.
 
Baca Juga: Wapres Ingin Kerja Aama School of Future Studies dengan PEA Segera Terealisasi
 
Dalam kesempatan itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa untuk melakukan transformasi kesehatan tidak bisa dilakukan jika hanya Kementerian Kesehatan yang bergerak. Dia meminta seluruh pihak terkait seperti industri kesehatan, penyelenggara kesehatan dan stakeholder lain ikut bahu membahu bergerak mewujudkan transformasi kesehatan nasional.
 
"Kita tidak mungkin berhasil kalau ini hanya menjadi program dari Kementerian Kesehatan, tapi harus menjadi gerakan di mana setiap komponen bangsa bisa mengeluarkan kekuatan, modal sosialnya untuk mewujudkan mimpi, memastikan layanan kesehatan untuk seluruh rakyat Indonesia di segala usia," ungkapnya.
 
Sebagai informasi, Pameran Pembangunan Kesehatan Tahun 2022 dalam Rangka Hari Kesehatan Nasional Ke-58 bertajuk “Bangga Produk Inovasi dan Teknologi Dalam Negeri untuk Mendukung Transformasi Sistem Kesehatan”, menampilkan inovasi-inovasi produk kesehatan karya anak bangsa. 
 
Pameran ini juga menunjukkan kebangkitan industri farmasi dan alat kesehatan yang begitu besar kemajuannya setelah pandemi Covid-19. Dalam kegiatan pameran, juga terdapat kegiatan edukasi, promosi kesehatan dalam upaya menggerakkan masyarakat hidup sehat.
 
Dalam pameran diikuti oleh 469 booth. Yang diisi dengan area tematik inovasi, industri alat kesehatan, perbekalan rumah tangga, farmasi dan bahan baku obat, obat tradisional, kosmetik, dan makanan dan minuman. Selain itu juga diikuti oleh organisasi profesi, aosisasi industri dan akademisi dari universitas di Indonesia.  
 
Dalam kesempatan itu, hadir Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, mantan Menkes Terawan Agus Putranto, perwakilan Pemprov Banten, Duta Besar Negara Sahabat, jajaran pejabat di Kementerian Kesehatan. 
 
Baca Juga: Sebagai 'Islam Berkemajuan', Muhammadiyah Memiliki Christian Muhammadiyah University