Find Us On Social Media :
Ilustrasi Hari Guru Nasional (Kompas.com)

Hari Guru Nasional ke-77, Suka Duka menjadi Guru, 32 Tahun Mengajar

Jati Sasongko - Jumat, 25 November 2022 | 17:33 WIB

Palembang, Sonora.ID - Setiap tanggal 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Bagaimana suka duka menjadi guru?

Yohanes Suwarto, Guru SMP Xaverius 1 Palembang, Kelahiran Lampung, 02-06-1967 menceritakannya kepada Sonora (25/11/2022).

"Awalnya saya tidak bercita-cita menjadi guru. Cita-cita saya dulu ingin menjadi imam karena saya tinggal di Katedral. Setelah saya selesai sekolah saya di telpon frater, diminta menjadi guru agama di SMP Xaverius 1 karena guru yang lama ikut suami setelah menikah. Jadilah saya guru hingga sekarang kurang lebih 32 tahun, sebentar lagi saya pensiun," ujarnya.

Menurutnya menjadi guru menyenangkan meskipun ada anak-anak yang menjengkelkan.

"Terpenting bagaimana fokus mendidik anak. Mengajar harus happy agar mereka merasa diperhatikan. Yang mengesankan selama saya jadi guru adalah penerimaan rekan-rekan guru, murid dan orang tua. Penerimaan itu yang membuat kenangan yang luar biasa," ujarnya.

Ia mengatakan selama pandemi semua proses pendidikan dengan model online. Belajar online sangat tidak sesuai dengan proses belajar yang sesungguhnya.

Baca Juga: Kata Pengamat Pendidikan soal Hari Guru Nasional 22 November 2022

Banyak anak-anak kehilangan nilai-nilai hidup. Mereka kehilangan jati diri karena dekat dengan handphone bukan dekat dengan guru dan lingkungan.

Ia juga mengatakan bahwa kesejahteraan guru saat ini sudah lumayan baik dengan adanya sertifikasi guru. Menjadi seorang guru harus ada panggilan.

Menjadi guru harus punya prinsip jadi pelayan karena harus mendampingi anak-anak. Menjadi guru harus punya jiwa ngemong, bukan hanya memberikan ilmu pengetahuan saja tapi juga nilai-nilai hidup.

"Peringatan hari guru ke-77 berharap terutama guru-guru muda agar berinovasi dalam mendidik anak-anak menjadi pribadi yang utuh baik kepribadian maupun intelektualnya," tutupnya.

Baca Juga: Dekatkan Diri ke Masyarakat, Polda Sumsel bersama Buddha Tzu Chi Gelar Baksos