Find Us On Social Media :
Kultum singkat tentang kejujuran. (Freepik.com)

8 Contoh Kultum Singkat tentang Kejujuran yang Mudah Dipahami 

Arista Estiningtyas - Rabu, 5 April 2023 | 13:45 WIB

Sonora.ID - Jujur merupakan salah satu ciri khas orang beriman. Allah SWT memerintahkan umat-Nya untuk selalu bersikap jujur dalam hidupnya.

Hal ini karena kejujuran akan menanamkan kepercayaan orang lain pada dirinya. Kepercayaan orang ini tentu sangatlah berpengaruh bagi jiwa manusia sebab jika kita sudah tidak dipercayai orang lain, maka kemungkinan hidup kita akan terisolasi dari masyarakat dan membuat hati menjadi tidak tenteram.

Oleh sebab itu, Allah SWT memerintahkan kita untuk memerintahkan orang beriman agar selalu bersifat jujur seperti yang tertuang dalam Surah At-Taubah ayat 119.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tetaplah bersama orang-orang yang benar!

Selain itu, dalam sebuah hadis riwayat Bukhari Muslim juga dijelaskan bahwa kejujuran akan membawa kebaikan.

“Jujur akan membawa kebaikan. Kebaikan adalah pangkal masuk surga. Orang yang bersifat jujur akan dicatat Allah SWT sebagai orang yang jujur di sisi-Nya. Sebaliknya, dusta akan menjerumuskan orang pada kejahatan. Sedangkan, kejahatan adalah pangkal masuk neraka. Orang yang berdusta akan dicatat Allah SWT sebagai orang pendusta di sisi-Nya,” (HR. Bukhari Muslim).

Selanjutnya, untuk memahami hakikat kejujuran dalam Islam secara lebih baik berikut kami sajikan kumpulan teks ceramah atau kultum tentang kejujuran, dikutip dari berbagai sumber.

Baca Juga: 5 Contoh Ceramah tentang Zakat Fitrah yang Singkat serta Dalilnya

Contoh Kultum Singkat tentang Kejujuran

Contoh 1

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji syukur marilah senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah Swt., yang telah memberikan limpahan nikmat, berkah kepada kita sekalian.

Tak lupa shalawat serta salam selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw., sebagai penutup para Nabi dan Rasul, serta sebagai tauladan bagi umat Islam.

Pada kesempatan kali ini, izinkan saya berceramah tentang kejujuran. Betapa kejujuran menjadi hal yang penting dalam meraih berkah dunia dan akhirat.

Nabi Muhammad saw., memiliki sifat yang begitu bersinar dan patut kita teladani. Sifat tersebut adalah amanah dan jujur. Kejujuran merupakan pondasi iman, sedangkan kebohongan adalah benih kemunafikan.

Sifat jujur dan bohong jika bertemu, maka salah satunya akan hilang. Seperti dijelaskan dalam firman Allah Surat Al-Ahzab ayat 24 berikut ini:

لِّيَجْزِيَ اللّٰهُ الصّٰدِقِيْنَ بِصِدْقِهِمْ وَيُعَذِّبَ الْمُنٰفِقِيْنَ اِنْ شَاۤءَ اَوْ يَتُوْبَ عَلَيْهِمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ كَانَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًاۚ

Artinya: agar Allah memberikan balasan kepada orang-orang yang benar itu karena kebenarannya dan mengazab orang munafik jika Dia menghendaki atau menerima tobat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Allah Swt. bahkan mengidentikan sifat jujur adalah salah satu sifat yang melekat pada diri seorang mukmin. Kejujuran menjadi kunci kebaikan, kunci untuk meraih akhlak yang mulia.

Jika sahabat muslim sekalian ingin memperbaiki akhlak, mulailah dengan bersikap jujur.

Seorang muslim yang jujur, maka hatinya akan merasa lapang. Mereka tidak merasakan tekanan, hatinya cenderung bersih dan tulus. Banyak kemudahan yang diterima dalam melakukan segala bentuk kebaikan.

Kebaikan apapun, baik habluminallah maupun habluminannas adalah jalan untuk membawa pada kebaikan dan mendatangkan ridha Allah. Ridha inilah yang akan mengantarkan para sahabat muslim sekalian menuju surga.

Sahabat muslim sekalian, jika Anda pernah melakukan kebohongan, pasti untuk selanjutnya akan memikirkan cara bagaimana menutup kebohongan tersebut.

Ada rasa takut ketahuan, ingin menyelamatkan diri. Kebohongan pasti akan ditutupi dengan kebohongan lain.

Kadang kala orang yang sudah terbiasa berbohong, walaupun tidak ada dorongan untuk melakukan dusta, dia akan mencari kesempatan untuk berbohong. Sebuah kebiasaan ini hingga ditulis oleh Allah Swt. sebagai seorang pendusta.

Pendapat Al Harits Al Muhasibi menyatakan bahwa pondasi dari segala perkara adalah jujur dan ikhlas. Dari sifat jujur akan lahir sikap yang ramah, ridha, sabar, qanaah, dan zuhud. Sedangkan ikhlas akan melahirkan sikap cinta, toleran, malu, yakin, dan menghormati orang lain.

Inti dari kejujuran adalah hati sebagai pelaksana iman, niat pada saat beramal, dan lisan pada saat berbicara. Jika ketiga hal tersebut mampu dilakukan bersama dengan kejujuran, maka sempurnalah imannya.

Kejujuran juga merupakan bidang pemisah yang membedakan antara orang mukmin dan orang munafik. Antara penduduk surga dan penghuni neraka.

Kejujuran diibaratkan seperti pedang Allah di bumi. Ketika kita meletakkan sesuatu maka akan patah, jika ada kebatilan maka akan menumbangkannya.

Para sahabat muslim, jika Anda mencari kebenaran atas dasar kejujuran dari hati, maka Allah akan menyampaikan kebenarannya. Dengan demikian akan muncul jalan yang sangat lurus terbentang di depan Anda. Begitulah jujur membawa kita semua pada kebaikan.

Demikian sedikit ilmu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga para sahabat muslim sekalian dapat menjaga kejujuran dalam setiap langkahnya, semoga Allah senantiasa melindungi dan memberikan kebaikan pada kita semua.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh