Find Us On Social Media :
Contoh artikel ilmiah singkat. ()

10 Contoh Artikel Ilmiah Singkat yang Benar dengan Berbagai Topik

Arista Estiningtyas - Jumat, 21 Juli 2023 | 07:00 WIB

Sonora.ID - Artikel ilmiah adalah suatu karya tulis ilmiah yang menyesuaikan struktur artikel ilmiah dan menggunakan metodologi ilmiah dalam penyusunannya.

Artikel ini memiliki beberapa ciri di antaranya adalah objektif, rasional, kritis, reserved, memiliki gaya bahasa yang formal atau baku, menggunakan sumber yang jelas untuk pengutipan, dan disertai daftar pustaka.

Selain itu, artikel ilmiah juga mengandung beberapa unsur atau struktur, yakni judul, baris kepemilikan (instansi/lembaga), abstrak, kata kunci, pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, simpulan dan saran, ucapan terima kasih, dan daftar pustaka. 

Berikut ini kami sajikan kumpulan contoh artikel ilmiah singkat dengan berbagai topik yang sesuai dengan struktur, dikutip dari berbagai sumber.

Baca Juga: 15 Contoh Teks Berita Bahasa Indonesia yang Pendek Untuk Tugas Sekolah

Contoh Artikel Ilmiah Singkat yang Benar dengan Berbagai Topik

Contoh 1

Potensi Kerajinan Tangan dari Serat Alam

BAB I

PENDAHULUAN

(1) Latar Belakang

Di masa modern sekarang ini peredaran narkoba sudah tidak bisa ditolerir,tidak memandang lingkungan dan usia .Banyak anak-anak yang masih memerlukan bimbingan dalam proses peralihan menuju kedewasaan,terserang atau tergoda oleh narkoba.

Narkoba sungguh-sungguh telah anak-anak khususnya para remaja .yang masih duduk di bangku sekolah, padahal telah diadakan penyuluhan-penyuluhan beberapa kali di sekolah-sekolah tapi narkoba tetap merasuki pikiran para pelajar yang masa depannya masih dipertanyakan.

Masa depan yang seharusnya menjadi tujuan atau akhir dari perjuangan para pelajar di masa-masa sekolah kini dipertanyakan statusnya. Jika narkoba terus berkembang dan menggoda para pelajar agar mengalihkan pandangannya pada narkoba maka para pelajar yang akan menjadi penerus bangsa akan kandas di tengah jalan.

(2) Rumusan Masalah

(3) Tujuan Penelitian

BAB II

PEMBAHASAN

Narkoba (narkotika dan obat/bahan berbahaya) atau napza adalah obat/bahan/zat, yang bukan tergolong makanan jika diminum, disuntik, ditelan atau dihirup akan berpengaruh terutama pada kerja otak dan sering menyebabkan ketergantungan. Akibatnya fungsi kerja otak berubah demikian pula dengan fungsi vital organ tubuh lain.

Narkotika terdiri atas narkotika, psikotropika, dan zat psikoaktif lainnya. Alasan remaja menggunakan narkoba ada bermacam-macam. Yakni keyakinan aditif, kepribadian adiktif, ketidakmampuan menghadapi masalah, tidak terpenuhinya kebutuhan sosial, emosional, dan spiritual, serta kurangnya dukungan sosial.

Selain itu, banyak gejala-gejala yang bisa diamati dalam kehidupan sehari-hari, gejala-gejala ini pun juga berbeda-beda tergantung dari jenis narkotika apa yang kita gunakan, tapi pada dasarnya dengan menggunakan narkotika ini kita bisa kehilangan kesadaran dalam tingkat yang berbeda-beda.

Akibat dari penggunaan narkoba ini sangat banyak,hal ini bisa berdampak buruk baik bagi diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat, serta bangsa dan negara. Jika hal ini terus tidak terkontrol, maka bangsa kita lama-kelamaan akan menjadi bangsa yang hancur dan tidak punya masa depan.

Penanggulangan dan pencegahan narkoba ini pun juga bisa dilakukan dengan berbagai cara yaitu dengan melakukan tindakan represif, yaitu dengan melakukan penyuluhan, seminar, nasihat dan dengan melakukan tindakan represif yaitu dengan melakukan rehabilitasi dan terapi bagi para pecandu narkoba agar mereka bisa sadar.

Dampak negatif penggunaan narkoba secara umum yaitu:

BAB III

PENUTUP

Narkoba itu adalah salah satu penyebab kehancuran bangsa oleh sebab itu marilah kita lebih sadar dan lebih tanggap akan bahayanya narkoba, sebagai remaja hendaknya kita bisa lebih berhati-hati agar kita tidak terpengaruh oleh bahaya akan narkoba yang ada di sekitar kita.

Kita pun juga harus tau apa saja dampak narkoba itu terhadap dari kita sendiri, keluarga, dan sekolah juga lingkungan sekitar kita agar masa depan bangsa ini menjadi lebih baik di masa depan.

Contoh 2

Pencemaran dalam Lingkungan Hidup

BAB I

PENDAHULUAN

(1) Latar Belakang

Lingkungan adalah kesatuan antara abiotik serta biotik. Abiotik merupakan kumpulan-kumpulan benda mati. Sedangkan biotik yaitu kumpulan benda hidup. Komponen abiotik terdiri atas udara, air, cahaya matahari, tanah, suhu dan lainnya. Komponen biotik mencakup dekomposer atau disebut pengurai, konsumen, dan juga produsen. Kedua komponen tersebut sangatlah erat kaitannya atau tidak dapat dipisahkan.

Lingkungan hidup diartikan beragam. Menurut Kamus Ekologi, lingkungan hidup dikatakan juga environment. Environment yaitu kesatuan antara makhluk hidup atau biotik dan non hidup atau abiotik yang ada di bumi. Sedangkan, menurut Undang Undang No. 32 Tahun 2009, lingkungan hidup yaitu kesatuan ruang di seluruh benda.

Baik makhluk hidup yang termasuk manusia, keadaan sampai perilaku manusia. Secara keseluruhan bisa disimpulkan jika lingkungan hidup merupakan gabungan antara semua makhluk hidup dan juga faktor dan komponen di sekelilingnya.

Makhluk hidup yang ada di bumi ini adalah salah satu faktor keberhasilan dari lingkungan hidup. Makhluk hidup yang dikhususkan adalah manusia. Manusia merupakan makhluk berakal yang telah diciptakan Tuhan dengan sempurna di dalam keadaan yang utuh pula.

Oleh karena itu, kegagalan dari lingkungan hidup seperti pencemaran yang terjadi bisa dikatakan ulah dari manusia. Tingkah laku manusia pada saat ini telah melebihi batas wajar. Salah satunya adalah membuang sampah sembarangan. Banyak tempat yang seharusnya bersih dari sampah malah tertimbun sampah. Tempat yang seharusnya rindang serta asri, berubah menjadi tempat yang panas dan juga gersang.

(2) Rumusan Masalah

Apa saja jenis pencemaran dan bagaimana penjelasannya?

(3) Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui jenis-jenis pencemaran lingkungan hidup.

BAB II

PEMBAHASAN

(A) Jenis Pencemaran

(1) Pencemaran Udara

Pencemaran udara tidak selalu dikarenakan oleh ulah manusia. Pencemaran udara bisa juga disebabkan oleh kejadian alam misalnya gunung meletus. Hasil dari letusan gunung berapi tersebut membawa partikel-partikel logam yang berbahaya. Akan tetapi, penyebab utama pencemaran udara di Indonesia biasanya terjadi akibat polusi kendaraan bermotor roda dua, tiga dan juga empat.

Pencemaran udara disebabkan beberapa hal berikut, yaitu:

(a) Asap Rokok

Seperti yang sudah diketahui bersama, sebagian besar orang-orang terkaya yang berada di Indonesia adalah bos besar dari perusahaan rokok. Oleh karena itu, tidak heran jika asap rokok menjadi penyumbang pencemaran udara yang paling besar. Kandungan-kandungan yang berbahaya yang ada di dalam rokok seperti tar dan juga nikotin. Maka asap yang ditimbulkan juga berbahaya.

(b) Ozon (O3)

Sudah menjadi rahasia publik jika lapisan ozon sudah mulai menipis. Lapisan penghalang buruknya sinar matahari tersebut justru menjadi bumerang bagi bumi. Polutan ozon adalah polutan yang paling berbahaya. Penangannya juga sangat sulit sebab tidak dapat dideteksi. Perlu untuk diketahui, polutan ozon akan menyebabkan kerusakan pada paru-paru.

(c) Karbon Monoksida (CO)

Gas CO juga adalah salah satu polutan yang sangat berbahaya. Gas tersebut bisa menimbulkan kematian apabila seseorang menghirupnya dalam jangka waktu yang lama. Contoh dari polutan gas CO adalah ketika tidur di dalam mobil dengan menggunakan AC. Gas-gas CO yang dihasilkan dari kendaraan bermotor di luar bisa masuk ke dalam tubuh. Gas itulah yang menyebabkan kematian.

(2) Pencemaran Air

Air yang bersih adalah air yang tidak berbau dan juga tidak berwarna. Sehingga jika ditemui air yang berbau, berwarna dan juga terdapat biota yang mati di dalamnya, air tersebut terindikasi sudah tercemar. Pencemaran pada air bisa dikarenakan oleh hal-hal berikut:

(a) Limbah pabrik, nuklir, dan industri

Limbah pabrik, nuklir, dan industri mengandung zat-zat kimia yang berbahaya. Salah satunya adalah radioaktif. Pembuangan limbah dengan sembarangan ke sungai sangat membahayakan. Sebab zat berbahaya akan bercampur dengan air sungai. Hal tersebut mengancam keberadaan biota sungai dan juga lingkungan di sekitarnya.

(b) Bahan peledak untuk menangkap ikan

Penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak memang telah dilarang. Akan tetapi, tetap saja ada oknum-oknum nakal yang masih menggunakan cara tersebut. Penangkapan dengan bahan peledak memang dinilai efektif. Tidak akan memakan waktu yang lama dan juga akan memperoleh hasil tangkapan yang melimpah. Namun, hal tersebut merupakan salah satu penyebab dari pencemaran air.