Find Us On Social Media :
Ilustrasi Begini Tanggapan Akademisi dan Pengamat Politik Sumsel Soal Debat Ketiga Capres (Kompas.com)

Begini Tanggapan Akademisi dan Pengamat Politik Sumsel Soal Debat Ketiga Capres

Jati Sasongko - Selasa, 9 Januari 2024 | 16:42 WIB

Palembang, Sonora.ID – KPU sudah menggelar debat ketiga calon presiden (capres) pada hari minggu malam (07/01/2024).

Bagaimanakah komentar akademisi terhadap jalannya debat ketiga tersebut?, DR. Azhar, Wakil Dekan I Fisip Unsri kepada sonora (08/01/2024) mengatakan melalui debat ketiga masyarakat dabat melihat kualitas masing-masing capres.

Ada capres yang menguasai materi, ada yang setengah menguasai dan ada yang kurang menguasai materi serta emosi.

“Melihat debat capres semalam sangat menarik dan bagus. Masyarakat bisa melihat capresnya terkait gagasan politik luar negeri, globalisasi dan pertahanan dan keamanan. Dari debat semalam tampak capres nomor urut satu sangat menguasai materi karena pernah menjabat dan juga sekolah di luar negeri. Capres nomor urut 3 karena seorang politisi bisa mengutarakan sesuatu dengan baik. Capres nomor urut 2 terlihat kurang fokus dalam hal pertahanan dan keamanan padahal seroang menhan dan sekolah militer diluar negeri,” ujarnya.

Perihal hubungan internasional, Azhar menilai Indonesia saat ini sudah terlibat aktif sesuai dengan undang-undang dasar 1945 bahwa kemerdekaan adalah hak setiap bangsa dan Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina.

Indonesia mempunyai hubungan khusus dengan palestina mengingat Palestina merupakan negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia bersama dengan Mesir. 

“Selama ini kita sudah berusaha melakukan politik luar negeri yang aktif tapi diharapkan tidak hanya aktif namun bisa menjadi leader terutama di kawasan asia tenggara. Kita punya modal untuk menjadi leader di asia tenggara seperti dimasa-masa zaman presiden Soekarno,” ujarnya.

Azhar menilai kerja keras menteri luar negeri saat ini sudah bagus namn harus diikuti pemimpin negara kita sehingga Indonesia bisa menjadi pemimpin di kawasan asia tenggara dan tidak cuma hadir tapi memberi bisa gagasan.

“Ikuti terus perkembangan debat sehingga masyarakat tidak salah pilih. Pilihlah pemimpin dengan akal sehat sehingga tidak seperti memilih kucing dalam karung,” pungkasnya.

Selanjutnya, bagaimanakah komentar pengamat politik terhadap jalannya debat ketiga capres? Bagindo Togar, Pengamat politik Sumsel kepada sonora (08/01/2024) mengatakan debat ketiga terlihat capres nomor urut 03 sangat menguasai substansi permasalahan disusul capres nomor urut 01 dan diikuti capres nomor  urut 02.

“Debat ketiga sangat menarik. Pasangan no 1 dan 3 berimbang sementara 2 tertinggal. Pada debat kedua, 02 leading sementara 01 dan 03 tertinggal khususnya 01. Dibebat ketiga kembali berubah 03 sangat menguasai padahal bukan domain beliau terkait pertahanan, hubungan diplomatic dan masalah global. 01 dan 03 terlihat berkolaborasi menyinggung 02,” ujarnya.

Ia menilai visi dan misi ketiga capres sudah baik namun saat sesi tanya jawab capres 02 terlihat keteteran.

Sangat disayangkan dalam debat terjadi saling menyudutkan dan tendensius serta tidak menyentuh visi dan misi, akhirnya apa yang dilakukan 01 ke 02 menguntungkan 03.

“Namanya debat terserah, tapi begitu mudah memancing provokasi supaya pihak-pihak lain tidak mampu mengontrol jawaban-jawabannya.kelemahan prabowo tidak mampu bernarasi dengan memberikan argumentasi, contoh data-data pertahanan dan keamanan tidak boleh dibuka kepublik termasuk negara manapun. Pak Prabowo terlihat ingin memuaskan jawaban penanya,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa debat bukan satu-satunya tolok ukur kesuksesan seorang capres sebab bila iya maka tidak perlu lagi pilpres. Debat hanya sebagai salah satu instrument untuk menguatkan pilihan pemilih.

“Masih ada dua debat lagi, jangan terjebak pada capres yang pintar bernarasi. Pilih capres yang bisa mempresentasikan gagasannya dengan tidak bertele-tele, efektif dan bisa bekomunikasi dengan efektif. Bila terlalu pintar bernarasi maka akan mengandalkan diksi kosong yang akhirnya saat menjabat tidak mampu membuktikannya. Pilihlah pemimpin yang cerdas, yang teruji secara intelektual, moral dan konseptual jangan semata-mata pintar bernarasi dan memilih diksi,” pungkasnya.

Baca berita update lainnya dari Sonora.id di Google News

Baca Juga: Upacara Tradisi Serah Terima Dhuaja Satbrimob Polda Sumsel