Find Us On Social Media :
Abdul Hafid Mappatoba, Petani asal Bone menunjukkan tanaman pisangnya kepada Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin (Dok Pemprov Sulsel)

Abdul Hafid, Petani Bone Berhasil Tanam Ribuan Pisang Cavendish

Dian Mega Safitri - Jumat, 12 Januari 2024 | 20:20 WIB

Bone, Sonora.ID - Petani asal Kabupaten Bone, Abdul Hafid Mappatoba berhasil mengembangkan tanaman pisang Cavendish.

Berawal dari hanya enam bibit yang dibeli secara online, kini berkembang menjadi ribuan pohon. Hafid mengatakan, bibit pisang cavendish yang dibelinya itu berasal dari Lampung.

"Awalnya saya beli enam pohon, ini beli online dari Lampung . Sekarang berkembang dan sudah jadi ribuan pohon, Alhamdulillah. Ini pisang Cavendish. Ini sudah pernah panen," ungkap Abdul Hafid, saat kunjungan Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, Kamis, 11 Januari 2024.

Abdul Hafid menyampaikan, bersama 20 anggota yang tergabung dalam Kelompok Tani Mitra Utama 1, Desa Ulaweng Riaja, Kecamatan Amali, Kabupaten Bone, ia menanam pisang pada lahan seluas 40 hektar. Menurutnya, tanaman tersebut sangat menjanjikan.

Hanya saja, market pembeli pisang cavendish yang ditanamnya belum jelas. Hal itu menjadi kekhawatiran baginya. Ia bersyukur, Pemprov Sulsel saat ini telah menjamin market pisang cavendish.

"Karena pedagang hanya membeli seperti pisang biasa. Padahal ini pisang Cavendish berbeda dengan yang lain. Sekarang ada jaminannya, Pak Gubernur juga menjamin marketnya ini. Sudah ada pembelinya," jelasnya.

Baca Juga: Bahtiar Baharuddin Susuri Desa demi Galakkan Budidaya Pisang Cavendish

Lebih jauh, Hafid berhadap Pj Gubernur memberikan bantuan berupa sumur bor, pupuk organik serta oven untuk pembuatan dempo' utti (sale), sejenis kudapan berbahan pisang. Ia juga meminta bantuan jalan tani agar mempermudah akses ke lahan.

Diketahui, untuk menuju ke lahan pisang milik Hafid, Pj Gubernur Sulsel bersama Pj Bupati Bone, Islamuddin, terlebih dahulu harus melalui jalan tani dan jalan tanah sejauh 300 meter. Selanjutnya mereka menaiki dompeng dan melewati jalan dari bambu.

Baca berita update lainnya dari Sonora.id di Google News