KPK Tetapkan Mantan PPK Kemenag Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Barang

17 Desember 2019 10:15 WIB
PPK Kemenag Tersangka Korupsi
PPK Kemenag Tersangka Korupsi ( Kompas.com)

Sonora.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja mengumumkan tersangka baru kasus korupsi pengadaan barang pada Kementerian Agama (Kemenag) pada 2011 silam.

Nama yang tersebut dalam pengumuman tersebut adalah mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di lingkungan Dirjen Pendidikan Islam, Undang Sumantri.

Pihaknya diduga terlibat dalam kasus korupsi pada pengadaan Peralatan Laboratorium Komputer untuk Madrasah Tsanawiyah.

Tak hanya itu, pihaknya juga terlibat dalam korupsi dalam Pengembangan Sistem Komunikasi dan Media Pemberlajran Terintegrasi untuk Madrasah yang sama dan Madrasah Aliyah.

Baca Juga: ICW: Tanpa Partisipasi Elit Politik, Pemberantasan Korupsi di Indonesia Hanya Cita-cita

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif, yang juga memaparkan bahwa perkara ini diduga menelan kerugian dengan total sekitar Rp 16 miliar.

Kronologi kasus ini dimulai pada Oktober 2011, tersangka selaku PPK pada saat itu menandatangai dokumen Harga Perkiraan Sendiri atau HPS yang berkaitan dengan pengadaan tersebut yang diduga diberikan oleh PT CGM.

PT tersebut menawarkan paket pekerjaan untuk kedua pengadaan Kementerian Agama tersebut.

Baca Juga: Novel Baswedan: Saya akan Keluar dari KPK

Menurut Laode, pada Desember 2011 dilakukan pembayaran aras Peralatan Laboratorium Komputer MTs Tahun Anggaran 2011 dengan angka Rp 27.,9 M.

Dari angka tersebut, diduga kerugiaan keuangan negara setidaknya pada angka Rp 12 miliar.

Tersangka Undang Sumantri, diduga melanggar Pasal 2 ayat 1 dan/atau Pasal 3 UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus yang sebelumnya telah melibatkan anggota badan anggaran DPR RI periode 2009-2014, Dzulkarnaen Djabar, yang saat ini telah divonis 15 tahun penjara dalam kasus pengadaan barang dan jasa di Kementerian Agama pada tahun yang sama.

Baca Juga: Dilantik Jadi Kabarhakam, Ini Kata Firli Bahuri Soal Posisinya Sebagai Ketua KPK Terpilih

Tak berdiri sendiri, pihaknya dibantu oleh Dendy Prasetia dan Fahid El Fouz yang memengaruhi pejabat Kemeag untuk memenangkan PT BKM sebagai pelaksana proyek pengadaan di MTs.

Dua perkara tersebut mulai mencuat sejak operasi tangkap tangan atai OTT yang dilakukan pada tahun 2016 yang lalu.

Hasil pengembangan perkara ini pun diumumkan pada hari Senin, 16 Desember 2019 kemarin, tepatnya pada pukul 19.00 WIB.

 Baca Juga: Siapa Saja Artis yang Disebut KPK Menerima Hadiah Dari Wawan?

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
92.0 fm
98.0 fm
90.4 fm
102.6 fm
93.3 fm
97.4 fm
98.9 fm
101.1 fm
96.0 fm
96.7 fm
99.8 fm
98.9 fm
98.8 fm
90.8 fm
97.5 fm
91.3 fm
94.4 fm
91.8 fm
102.1 fm
98.8 fm
95.9 fm
88.9 fm
101.8 fm
97.8 fm
101.1 fm
101.8 fm
101.1 Mhz Fm
101.2 fm
101.8 fm
102.1 fm