Gencar Lawan Pandemi Covid-19, LIPI Hadirkan 'Demaspi' Demi Proteksi yang Lebih Baik

1 Februari 2021 10:41 WIB
Gencar Lawan Pandemi Covid-19, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Hadirkan Detektor Masker LIPI
Gencar Lawan Pandemi Covid-19, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Hadirkan Detektor Masker LIPI ( )

Bandung, Sonora.ID - Penggunaan masker di masa pandemi ini menjadi hal yang sangat penting untuk memproteksi diri dari risiko penularan virus Covid-19. Sebagian besar penularan Covid-19 adalah melalui droplets, yaitu percikan yang dikeluarkan pada saat batuk atau bicara.

Masker bertujuan untuk melindungi dari droplet agar tidak masuk ke hidung dan mulut, karena tidak dapat diketahui individu yang sedang menjadi pembawa virus.

Anjuran pemakaian masker bagi masyarakat pada saat pandemi telah dikeluarkan oleh WHO bahkan diatur dalam Keputusan Presiden RI nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Coronavirus Desease (Covid-19) dan juga Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan Pengendalian Coronavirus Desease (COVID-19).
 
 
Peneliti dari Pusat Penelitian Informatika - LIPI pada Kelompok Penelitian Computer Vision, Risnandar mengatakan, sebagai upaya mendukung Pemerintah dalam penanganan pencegahan penyebaran COVID-19, dilakukan riset berjudul “Detektor Penggunaan Masker dan Non Masker” atau disebut DeMasPI (Detektor Masker LIPI). 
 
Penelitian ini berupa pembangunan sistem perangkat lunak yang diprogram secara khusus dan berguna untuk mendeteksi kepatuhan masyarakat yang tidak mamakai masker atau pengguna masker yang tidak sesuai dengan ketentuan.
 
Secara teknis, menurut Risnandar, dalam penelitian ini membutuhkan perangkat keras, diantaranya kamera yang terpasang di notebook, komputer, ponsel maupun Closed-Circuit Television (CCTV).
 
 
Spesifikasi kamera dengan resolusi tinggi dan ketepatan jarak pengambilan live video juga menjadi hal penting yang perlu dilakukan, karena hasil live video ini akan menentukan proses deteksi penggunaan masker. 
 
“Pengembangan DeMasPI ini mulai pada bulan Juli 2020, berawal dari analisis kebutuhan, pencarian dataset (image dan video), membandingkan kelebihan dan kekurangan denhgan teknik, metolodogi, dan substansi penelitian sebelumnya," ucap Risnandar melalui siaran pers LIPI kepada Sonora Bandung, Senin (1/2/2021).
 
"Penelitian ini telah melalui pengembangan desain sistem detektor, persiapan coding dan programming dengan python, keras, dan tensorflow, serta implementasi dan uji coba tahap awal menggunakan dataset (image dan video) yang tersedia dan live video. Untuk tahap saat ini telah dilakukan deployment sistem testing dan debugging serta finishing/maintenance sistem detektor masker," tambah Risnandar.
 
Risnandar menjelaskan, melalui berbagai simulasi untuk menguji akurasi, pemograman DeMasPI ini dapat mendeteksi kepatuhan penggunaan masker rata-rata hampir 95% lebih, yang artinya program ini dapat mendeteksi individu dengan penggunaan masker yang tidak sesuai dengan ketentuan yaitu melalui mata, hidung dan mulut.
 
Juga, dengan berbagai skenario tanpa membatasi jumlah orang yang akan dideteksi, berbagai jenis masker, dan termasuk berbagai corak bahan pada masker.
 
 
“Keunggulan DeMasPI dapat mendeteksi kepatuhan penggunaan masker dalam jumlah orang yang tidak terbatas dan dideteksi secara langsung (real-time)," jelas Risnandar.
 
"DeMasPI juga dapat diaplikasikan pada kerumunan di area publik seperti jalan raya, stasiun, terminal, pasar, perkantoran, maupun sekolah dan perguruan tinggi," imbuhnya.
 
Penelitian ini tentu dapat membuka kerjasama dengan stakeholders lainnya, misalnya dengan akademisi, mitra bisnis, pemerintah pusat maupun daerah, dan juga masyarakat luas
 
“Namanya penelitian yang dilakukan manusia, tentu tidak sempurna berhasil 100% mencegah penyebaran pandemi COVID-19. Saya harap, DeMasPi ini dapat membantu untuk menyadarkan dan menjalankan protap Covid-19 secara baik dan benar menurut peraturan yang berlaku.,” tutupnya.
 

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
92.0 fm
98.0 fm
90.4 fm
102.6 fm
93.3 fm
97.4 fm
98.9 fm
101.1 fm
96.0 fm
96.7 fm
99.8 fm
98.9 fm
98.8 fm
90.8 fm
97.5 fm
91.3 fm
94.4 fm
91.8 fm
102.1 fm
98.8 fm
95.9 fm
88.9 fm
101.8 fm
97.8 fm
101.1 fm
101.8 fm
101.1 Mhz Fm
101.2 fm
101.8 fm
102.1 fm