Disebut Ambil Untung dari Tes PCR, Luhut: Saya yang Minta Harga Turun!

4 November 2021 12:30 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan tengah mengadakan rapat koordinasi secara daring dengan kementerian dan lembaga terkait membahas perkembangan program padat karya, di Jakarta, Senin (15/2/2021).
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan tengah mengadakan rapat koordinasi secara daring dengan kementerian dan lembaga terkait membahas perkembangan program padat karya, di Jakarta, Senin (15/2/2021). ( Kompas.com)

Sonora.ID - Pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan terkait dengan pembatasan mobilitas masyarakat menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), demi menjaga keselamatan masyarakat dari virus corona.

Pasalnya, diketahui sebelumnya bahwa mobilitas memang membawa pengaruh dalam pertambahan kasus baru Covid-19, seperti yang terjadi beberapa bulan yang lalu.

Salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah wajib melakukan tes PCR untuk perjalanan udara, yang kemudian kebijakan ini langsung menjadi sorotan masyarakat dan beredar kabar miring atau isu terkait dengan aturan tersebut.

Baca Juga: Penerbangan Jawa-Bali Tidak Wajib Dengan PCR, Bisa Dengan Antigen

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan digadang-gadang mengambil untung dari tes PCR tersebut.

Pihaknya tak tinggal diam, Luhut membantah dirinya mengambil keuntungan pribadi dari PCR yang dijalankan PT Genomik Solidaritas Indonesia, bahkan dirinya menegaskan bahwa ialah orang yang mendorong penurunan harga PCR.

Dikutip dari Kompas.com, Luhut juga menegaskan dirinya yang mengusahakan agar antigen bsia dijadikan syarat dokumen perjalanan untuk menggantikan PCR.

“Saya juga yang meminta agar penggunaan antigen dapat diterapkan di berbagai moda transportasi yang sebelumnya menggunakan PCR sebagai syarat utama,” tegasnya memaparkan.

Baca Juga: Puluhan Orang Mengaku Sebagai 'Sahabat Luhut' Deklarasikan Dukungan Luhut Jadi Capres Indonesia 2024

Diberlakukannya PCR sebagai syarat perjalanan ini dilatarbelakangi karena pemerintah melihat adanya peningkatan risiko penularan virus corona akibat lonjakan mobilitas masyarakat di Jawa-Bali, meski demikian Luhut juga meminta agar biaya PCR diturunkan.

“Saya juga selalu mendorong agar harga tes PCR bisa diturunkan sehingga terus dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” sambung Luhut menegaskan.

Dalam kesempatan yang sama, pihaknya menegaskan bahwa sejak awal tujuan PT GSI bukan untuk mencari profit bagi pemegang saham, tetapi sebagai kewirausahaan sosial PT tersebut tidak bisa sepenuhnya memberikan PCR secara gratis.

Baca Juga: Tak Perlu Tunggu November, Fasyankes di Banjarmasin Ini Sudah Turunkan Tarif PCR

Keterlibatan Luhut dalam PT GSI melalui perusahaan PT Toba Bumi Energi diklaim sebagai wujud bantuan yang diinisiasi oleh rekan-rekannya.

Bantuan perusahaan tersebut merupakan upaya keterbukaan yang dilakukan sejak awal.

“Mengapa saya tidak menggunakan nama yayasan? Karena memang bantuan yang tersedia berada di perusahaan dan tidak ada yang saya sembunyikan di situ,” jelas Luhut.

Baca Juga: 14 Oktober Penerbangan Internasional Dibuka, Luhut Binsar: Harus Penuhi Ketentuan dan Persyaratan Karantina, Tes & Satgas

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
92.0 fm
98.0 fm
90.4 fm
102.6 fm
93.3 fm
97.4 fm
98.9 fm
101.1 fm
96.0 fm
96.7 fm
99.8 fm
98.9 fm
98.8 fm
90.8 fm
97.5 fm
91.3 fm
94.4 fm
91.8 fm
102.1 fm
98.8 fm
95.9 fm
88.9 fm
101.8 fm
97.8 fm
101.1 fm
101.8 fm
101.1 Mhz Fm
101.2 fm
101.8 fm
102.1 fm