Find Us On Social Media :
Perayaan Ogoh-Ogoh saat malam pengrupukan sebelum terjadinya Pandemi Covid-19 ()

PHDI Bali Tegaskan Perayaan Hari Suci Nyepi Tetap Sehari, Pengarakan Ogoh-ogoh Tahun Ini Ditiadakan

I Gede Mariana - Kamis, 4 Maret 2021 | 14:00 WIB

 

Bali, Sonora.ID - Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) membantah pelaksanaan Hari Raya Nyepi dilaksanakan tiga hari. Sebelumnya sempat beredar isu di kalangan masyarakat, bahwa Hari Raya Nyepi digelar selama tiga hari.

Ketua PHDI Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., menegaskan bahwa Nyepi tetap dilaksanakan selama satu hari penuh pada Minggu 14 Maret 2021.

“Berkaitan dengan Nyepi, kami tegaskan dari PHDI dan MDA Provinsi Bali, Nyepi atas isu beredar tidak ada tiga hari. Nyepi tetap satu hari. Tidak ada dalam lontar Nyepi tiga hari," tegas Prof. Ngurah Sudiana.

"Kita tidak berani mengubah sastra dan sumber-sumber sastra, serta dresta yang sudah berjalan. Nyepi tetap satu hari, tidak ada tiga hari,” kata Prof. Ngurah Sudiana.

Baca Juga: PLN Bangun GITET 500 KV di Indramayu untuk Perkuat Keandalan Sistem Jawa-Bali

Diungkapkan juga mengenai Surat Edaran Bersama (SKB) Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali dan Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali Nomor 009/PHDI-Bali/2021 – Nomor 002/MDA-Prov Bali/2021 tentang pelaksanaan Nyepi Tahun Saka 1943 di Bali.

SKB tersebut ditandatangani pada Selasa 19 Januari 2021 secara resmi oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua PHDI Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., dan Bandesa Agung MDA Provinsi Bali Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet.

“Nah kalau ada yang menginformasikan kalau Nyepi tiga hari, itu informasi yang keliru lah. Itu juga jangan dibesar-besarkan, karena sudah jelas dalam Surat Edaran Bersama, PHDI dan MDA Provinsi Bali, Nyepi itu hanya sehari," ucap Ketua PHDI Bali.

Lebih lanjut, Prof Ngurah Sudiana menjelaskan mengenai arak-arakan ogoh-ogoh di saat Pengerupukan atau sehari sebelum Nyepi, yang biasanya digelar pemuda-pemudi Bali pada sebelum masa pandemi Covid-19, namun kali ini, bakal sama dengan perayaan tahun 2020 lalu, tidak ada arak-arakan ogoh-ogoh. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kerumunan mencegah munculnya klaster baru Covid-19.