Find Us On Social Media :
Akses menuju Tanjung Harapan. (Dok. TB Sihombing)

Minim Kebutuhan Dasar, Kecamatan Tanjung Harapan Terancam Krisis Pangan

Tontong Bakti Sihombing - Senin, 4 Juli 2022 | 14:55 WIB
Paser, Sonora.ID - Fasilitas umum, listrik PLN, air bersih, jaringan internet hingga SPBU masih menjadi kebutuhan dasar yang dinantikan masyarakat di Kecamatan Tanjung Harapan.
 
Hingga kini, hal itu tak kunjung terpenuhi yang berpotensi mengancam krisis pangan diwilayah tersebut.
 
Wilayah terselatan di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur itu memang perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah.
 
Mengingat, kondisinya yang terkesan terisolir dibanding Kecamatan lain di Kabupaten itu.
 
"Lima permasalahan besar itu yang harus menjadi perhatian kita bersama, baik kami di Kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten," kata Camat Tanjung Harapan, Sudarsono.
 
Baca Juga: Lanjutkan Naturalisasi Jordi Amat, STY: Demi Kekuatan Lini Belakang

Ia menerangkan, dari 7 Desa di Kecamatan Tanjung Harapan, hanya 1 Desa yang aliri listrik PLN yakni Desa Lori. Sementara Desa Tanjung Aru, hanya dialiri listrik sedikitnya 16 jam dalam sehari. 

Belum lagi desa lainnya, seperti Desa Keladen, Labuang Kallo, Selengot, Random dan Senipah yang masih mengandalkan mesin pembangkit listrik berbahan bakar solar untuk kebutuhan penerangan masyarakat setempat.
 
"Air bersih PDAM juga belum masuk ke desa-desa. Begitu juga dengan penanganan blank spot yang masih di beberapa titik saja," sambungnya. 
 
Sudarsono menambahkan, kualitas jalan yang juga kurang mumpuni turut mempengaruhi sulitnya suatu wilayah keluar dari rawan pangan.
 
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Paser, 35 desa masuk kategori rawan pangan di 2022.
 
Ia membeberkan, indikator Desa rawan pangan bukan hanya komoditas ketersedian pangan yang kurang.
 
Namun faktor lainnya, seperti akses jalan, ketersediaan lahan, daya beli masyarakat, kebutuhan pokok, air bersih PDAM hingga tenaga kesehatan turut mempengaruhi.
 
"Selama indikatornya tetap itu saja, Kecamatan Tanjung Harapan sulit keluar dari rawan pangan karena kondisi jalannya yang rusak," beber Sudarsono. 
 
Adapun cara dalam mengurai masalah tersebut, menurut Sudarsono yakni peningkatan infrastruktur kualitas jalan lingkungan.
 
Baca Juga: Walkot Pontianak: Pemancangan Tiang Pertama Duplikasi Jembatan Kapuas I Direncanakan sebelum Agustus

Sehingga, ia berharap agar rencana pinjaman daerah kepada BPD Kaltimatara dapat segera terealisasi.

Ia menjelaskan, rencananya Pemkab Paser akan melakukan peningkatan kualitas jalan, termasuk jalan utama antara Kecamatan Tanjung Harapan menuju Kecamatan Batu Engau agar dapat mengakses Ibukota Kabupaten Paser yakni Kecamatan Tanah Grogot.
 
"Karena dari pinjaman daerah itu ada yang dialokasikan Bupati Paser, Fahmi Fadli untuk Tanjung Harapan. Kalau bisa terwujud alhamdulillah sekali," jelasnya.
 
Dengan adanya peningkatan kualitas jalan itu, Kecamatan yang memiliki 3.160 KK dengan jumlah penduduk 10.689 jiwa tersebut dipastikan terhindar dari rawan pangan bahkan berdampak pada peningkatan pendapatan warga yang juga berpengaruh bagi Pemkab Paser.
 
"Peningkatan kualitas jalan yang dimaksud diantaranya Desa Mengkudu, Tampakan, Lomu, Riwang dan Pengguren Jaya di wilayah Kecamatan Batu Engau. Kemudian nantinya berlanjut ke Desa Keladen, Random, Senipah dan Tanjung Aru, Kecamatan Tanjung Harapan," pungkasnya.